Keputusan Saudi Larang Izin Umrah Harus Dihormati

Dibaca: 21119 kali  Kamis, 27 Februari 2020 | 11:42:15 WIB
Keputusan Saudi Larang Izin Umrah Harus Dihormati
Ket Foto :

JAKARTA -- riautribune : Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI mengajak semua pihak menghormati keputusan Pemerintah Arab Saudi menunda sementara kedatangan jamaah umrah. Penundaan tersebut sebagai upaya pemerintah Saudi mencegah virus corona.

 

"Adanya penundaan sementara (suspend) penerimaan jamaah umrah ke Saudi, pada prinsipnya merupakan kewenangan Negara Arab Saudi, yang perlu disikapi dengan bijak," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka, saat dihubungi, Kamis (27/2). Eka mengatakan, penundaan tersebut pada prinsipnya untuk melakukan pencegahan terhadap bahaya penularan Corona. Ia mengajak mendukung kebijakan Saudi.


"Ini menandakan bahwa Saudi benar-benar memiliki perhatian yang besar terhadap masalah kesehatan," katanya. Menurut Eka, penundaan dilakukan demi kepentingan semua pihak dan untuk semua manusia secara internasional menuju Timur Tengah. Eka yakin jamaah tidak akan kecewa jika pihak-pihak terkait memberikan pemahaman, bahwa kebijakan Saudi ini demi keselamatan jamaah.


"Insya Allah jamaah tidak akan marah, jika diberikan pemahaman yang baik. Kita juga tidak mau kalau ada jamaah umrah kita tertular di sana," katanya.


Media Arab Saudi, Arab News, Kamis (27/2) melaporkan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa kebijakan penangguhan tersebut tidak hanya untuk calon jamaah umrah, tapi juga berlaku bagi mereka yang ingin mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah.


Virus corona baru, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, telah membunyikan peringatan global. China, pusat penyebaran wabah, melaporkan lebih dari 2.700 kematian dan para pakar kesehatan bekerja keras untuk menemukan obatnya. (rep)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu