Firdaus Minta Disdukcapil Tingkatkan Pelayanan

Dibaca: 12440 kali  Rabu, 26 Februari 2020 | 14:02:39 WIB
Firdaus Minta Disdukcapil Tingkatkan Pelayanan
Ket Foto :

PEKANBARU  -  riautribune : Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru meningkatkan sistem pelayanan. Sebab, kunjungan ke instansi pelayanan administrasi kependudukan meningkat sejak pindah ke komplek Mal Pelayanan Publik.

 

Jumlah masyarakat yang mengakses layanan di sana hampir 2000 orang setiap harinya. Mereka mengurus sejumlah dokumen kependudukan dan catatan sipil. "Jadi ingatkan masyarakat saat antrean terbatas, agar mereka tidak menanti," kata Walikota, saat mengunjungi ruang pelayanan Disdukcapil kemarin.

 

Walikota tidak menampik bahwa pelayanan di kantor baru masih terbatas setiap harinya. Sedangkan jumlah masyarakat yang ingin mendapat layanan di kantor baru mengalami peningkatan. Sebelumnya, petugas Disdukcapil Kota Pekanbaru hanya bisa melayani 500 masyarakat di kantor lama lantaran kapasitas di kantor Jalan Mustafa Sari sangat terbatas.

 

Namun di kantor baru ada peningkatan layanan hingga tiga kali lipat. Jumlah masyarakat yang mengakses layanan mencapai 1.500 orang sampai 2.000 orang. "Maka nanti kita upayakan peningkatan sistem, personel dan layanan," jelasnya. Walikota menyebut, Disdukcapil Kota Pekanbari menjadi bagian dari MPP Pekanbaru. Keberadannya tidak hanya untuk peningkatan layanan, tapi memberi kenyamanan bagi masyarakat.

 

Pemerintah kota berupaya agar layanan di kantor disdukcapil sudah optimal pada Maret 2020 mendatang. "Ada rencana Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil bakal hadir," jelasnya.(ckp)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu