Pelatih Persija: Stok Bek Cukup

Dibaca: 18096 kali  Senin, 24 Februari 2020 | 15:21:21 WIB
Pelatih Persija: Stok Bek Cukup
Ket Foto : Foto Internet

JAKARTA -- Pelatih Persija Jakarta Sergio Farias meminta para pemain asuhannya tampil serius saat memainkan laga persahabatan melawan Geylang International, meski mereka masih kelelahan. Macan Kemayoran menjamu tim Singapura itu dalam pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad malam, dan memetik kemenangan 3-1.

 

"Beberapa pemain kurang stamina karena telah banyak main sebelumnya. Tapi saya minta sama para pemain untuk tetap serius dan coba raih kemenangan," kata Farias pada konferensi pers setelah laga kontra Geylang. Pada Kamis silam, Persija memainkan pertandingan final Piala Gubernur Jawa Timur (PGJT) melawan Persebaya Surabaya. Pada laga itu, Macan Kemayoran dipaksa takluk 1-4 dari Bajoel Ijo.

 

Saat melawan Geylang, Farias belum dapat memainkan bek Otavio Dutra yang masih cedera. Pemain yang telah menjadi warga negara Indonesia (WNI) itu mendapat cedera saat menghadapi Madura United pada semifinal PGJT. Meski demikian, Farias tidak merasa masih harus berburu pemain belakang.

 

"Idealnya dalam semusim ada lima pemain di bek tengah, tapi kita gak punya terlalu banyak. Kalo diperlukan (Marco) Motta bisa dimainkan di posisi bek tengah," tutur pelatih berpaspor Brasil itu. Persija dijadwalkan akan memulai perjalanan di Liga 1 2020 dengan menjamu Borneo FC pada 1 Maret mendatang. Setelah itu mereka akan kembali bertemu Persebaya Surabaya pada laga pekan kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret. (rep)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu