Presiden Joko Widodo Resmikan Pabrik PT Asia Pacific Rayon (APR).

Dibaca: 20114 kali  Jumat, 21 Februari 2020 | 15:13:34 WIB
Presiden  Joko Widodo Resmikan Pabrik PT Asia Pacific Rayon (APR).
Ket Foto :

PEKANBARU  - riautribune : Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan pabrik PT Asia Pacific Rayon (APR). Pada kesempatan itu presiden mengatakan rahasia yang saat ini tengah diincar oleh berbagai negara di seluruh dunia. "Yang diperebutkan namanya ada investasi. Kenapa direbutkan semua negara? Karena yang namanya peredaran uang di sebuah negara semakin banyak beredar uang maka ekonomi dan kesejahteraan rakyat semakin membaik," cakapnya, Jum'at (21/02/2020).

 

Mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini merincikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun ini adalah Rp 2.200 triliun. Namun jika dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 23 persen dan itu ditambah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

"Kalau hanya APBN pengaruhnya hanya 16 persen terhadap ekonomi. Artinya 77 persen tumbuhnya ekonomi sangat bergantung pada dunia usaha swasta," jelasnya. Karena itu, Jokowi menyambut baik investasi yang dilakukan oleh PT Asia Pacific Rayo. Karena investasi ini akan membantu peningkatan ekonomi masyarakat, daerah dan juga negara.

 

"Saya tadi kaget disini (APR) ada persemaian pembibitan yang kapasitasnya mencapai 300 juta bibit. Dimana di dunia ini yang bisa melakukan persemaian pembibitan sebesar itu?" ujarnya. Selain itu Jokowi juga kaget dengan pengelolaan kayu yang ada di APR. Pasalnya dipabrik tersebut dapat mengelola kayu menjadi kain.

 

"Orang taunya kapas menjadi kain, sekarang serat kayu menjadi kain. Ini adalah sebuah teknologi yang harus diapresiasi. Jangan berpikir teknologi ada di Eropa, nyatanya sekarang di Indonesia ada," cakapnya.(ckp)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu