Pemko Pekanbaru Gunakan Aplikasi Simadani Input Aset

Dibaca: 12339 kali  Kamis, 20 Februari 2020 | 14:32:01 WIB
Pemko Pekanbaru Gunakan Aplikasi Simadani Input Aset
Ket Foto : BPKAD Kota Pekanbaru Gunakan Aplikasi Simadani Input Aset

PEKANBARU  - riautribune : Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah Terkini (Simadani). Kepala BPKAD Kota Pekanbaru Syoffaizal mengatakan, aplikasi ini diterapkan untuk menata aset yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menjelaskan, aplikasi ini akan mengkualifikasi aset yang ada.

 

"Untuk membantu kita mengimput aset, itu menyangkut kualifikasi barang. Kita membentuk aplikasi baru, namanya Simadani," kata Syoffaizal, Kamis (20/2/2020). Nantinya, kata dia, aplikasi ini memudahkan Pemko Pekanbaru menyampaikan laporan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kita menginput untuk kualifikasi dalam rangka membuat laporan keuangan daerah yang akan diserahkan ke BPK," kata dia.

 

 "Tahun ini kita terapkan, begitu sosialisasi langsung input di tempat," tambahnya. Ia menyebutkan, sosialisasi kepada OPD sudah berlangsung sejak 19 Februari kemarin. Ia berharap, begitu disosialisasikan, aset yang ada bisa tertata dengan baik. "Kita harapkan setelah sosialisasi, input aset itu juga selesai. Yang datang pengurus barang dan Kasubag umum," jelasnya.

 

"Harapan kita tertata semua aset barang. Aplikasi baru tentu ada perbaikan-perbaikan. Tapi setidaknya aplikasi ini mempermudah pekerjaan kita dalam rangka penataan aset," harapnya.(ckp)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu