HPN 2020,

Ketua DPR: Pers Profesional Alat untuk Lawan Hoaks

Dibaca: 37696 kali  Sabtu, 08 Februari 2020 | 11:17:43 WIB
Ketua DPR: Pers Profesional Alat untuk Lawan Hoaks
Ket Foto :

JAKARTA -- riautribune : Ketua DPR RI Puan Maharani berharap agar pers menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk informasi hoaks. Puan menilai, perkembangan media sosial membuat publik mudah terpengaruh informasi yang tidak benar.

"Kehadiran pers nasional yang profesional dan bertanggungjawab semakin dibutuhkan, sebagai alat untuk melawan hoaks," kata Puan dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/2).

Puan menambahkan, terpaan hoaks yang masif, dan terus menerus membuat publik lebih memercayai informasi di media sosial  dibanding informasi yang benar yang diberitakan pers. Padahal berita tersebut belum tentu kebenarannya.

Oleh karena itu, Puan meminta masyarakat mengecek ulang informasi-informasi yang diperoleh dari media sosial dan grup-grup percakapan digital dengan membaca berita-berita dari media arus utama.

"Karena itu dalam perayaan Hari Pers Nasional 2020, saya mengajak masyarakat untuk menjadikan pers nasional sebagai rujukan informasi dalam menangkal hoaks. Selamat Hari Pers Nasional," ucapnya.

Selain itu Puan berharap pers bisa mitra kritis DPR. Ia menuturkan DPR saat ini tengah menuju proses untuk menjadi parlemen yang maju dan modern, terbuka, partisipatif, dan akuntabel.

"Dalam pidato pertama saya sebagai Ketua DPR-RI, saya sudah menyampaikan bahwa DPR tidak anti kritik. Kami justru ingin pers menjadi mitra yang kritis bagi kami," tegas Puan.

Puan memastikan DPR terbuka menerima masukan dari pers dalam setiap tugasnya. Ketua DPR Puan Maharani percaya bahwa pers mampu meningkatkan  kualitas kinerja DPR. (rep)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu