Pasca Penyegelan Queen Club,

Dewan Minta Pemko Kaji Perizinan Seluruh Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru

Dibaca: 39362 kali  Selasa, 07 Januari 2020 | 13:42:31 WIB
Dewan Minta Pemko Kaji Perizinan Seluruh Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
Ket Foto :

PEKANBARU  - riautribune : Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil tindakan tegas menyegel permanen Tempat Hiburan Malam (THM) Queen Club di Jalan Teuku Umar, Senin (6/1/2020) malam. Selain menyegel, Pemko juga mencabut izin Queen Club. Penyegelan dilakukan berdasarkan rekomendasi Polda Riau. Sebab, di Queen Club terindikasi ada peredaran narkoba.

 

Kalangan legislatif mengapresiasi langkah tegas tersebut. Namun mereka juga mempertanyakan pengawasan dari aparat penegak hukum selama ini. Tidak hanya kepada Queen Club, tapi juga tempat hiburan malam lainnya. "Kita mempertanyakan apa tindakan pengawasan dari Satpol PP selama ini? Mengapa bisa beroperasi melewati batas jam yang ditentukan?" cakap Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Firmansyah.

 

Agar tidak terjadi kembali kejadian yang sama, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kerap disapa Ustadz Firman ini meminta pemerintah kota Pekanbaru melalui dinas terkait meninjau seluruh perizinan tempat hiburan malam. "Kita meminta kepada dinas terkait meninjau ulang semua izin tempat hiburan. Kalau ada yang melakukan pelanggaran yang sama, cabut izinnya," tegasnya. (ckp)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Ahad, 09 Agustus 2020 - 13:35:23 WIB

RUSIDI RUSDAN Sampaikan Kondisi Akses Jalan Menuju Kantor BAWASLU Riau yang Belum Di Aspal.

PEKANBARU-riautribune: Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat, Lc, MA berkesempatan bertandang ke kantor Bawaslu Riau, jalan Adisucipto No. 284 (Komplek Transito) Marpoyan Damai Pekanbaru. Dalam kunjungan ini ustadz Syahrul Aidi (sapaan akrab Anggota DPR RI) itu didampingi oleh Staf Ahli dan Tim Asistensi. Terlihat Anggota DPR RI tersebut disambut oleh Ketua Bawaslu Rusidi Rusdan dan Komisioner lainnya, Selasa 28 Juli.