Desember,

Lifting Minyak Mentah Sumbagut Diperkirakan 215,100 Ribu Barel Per Hari

Dibaca: 17692 kali  Senin, 30 Desember 2019 | 13:48:27 WIB
Lifting Minyak Mentah Sumbagut Diperkirakan 215,100 Ribu Barel Per Hari
Ket Foto :

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Pencapaian lifting KKKS area Sumbagut tahun 2019 yang meliputi wilayah Riau, Aceh dan Sumatera Utara diperkirakan dapat mencapai target APBN 2019 yang ditetapkan pemerintah. Hingga akhir November angka rekonsiliasi rata-rata lifting minyak Sumbagut sebesar 214,751 ribu barel per hari, di atas target APBN sebesar 213,690 ribu barel per hari.

 

Upaya optimalisasi lifting terus dilakukan melalui pengurasan stok dan pengapalan serentak dari 5 terminal titik serah minyak di penghujung tahun 2019, khususnya di Terminal Dumai. Total estimasi hingga 31 Desember 2019 diperkirakan meningkat menjadi 215,100 ribu barel per hari, atau 1.410 barel per hari diatas target.

 

Selain Terminal Dumai, 4 titik serah lainnya adalah Terminal Buatan (Riau), FSO Gandini (Riau), Terminal Pangkalan Susu (Sumut) dan Terminal Arun (Aceh). Dari upaya tersebut tambahan volume lifting selama bulan Desember diperkirakan mencapai 6,78 juta barel. Adapun total angka operasional lifting selama tahun 2019 di area Sumbagut diperkirakan mencapai angka 78,5 juta barel.

 

PT. Chevron Pacific Indonesia memiliki kontribusi terbesar dari lifting area Blok Rokan dengan estimasi capaian sebesar 88,5 % atau rata-rata lifting sebesar 190,494 ribu barel per hari. Diikuti BOB PT. Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu, Pertamina EP Asset 1 Field Rantau dan Field Lirik, Energi Mega Persada Malaca Strait S.A dan Medco E&P Malaka.

 

Kepala SKK Migas Sumbagut, Avicenia Darwis mengatakan, pencapaian lifting ini berkat kerjasama SKK Migas dan KKKS yang bahu membahu memenuhi target lifting Sumbagut tetap terjaga dan memenuhi target APBN 2019. "Syukur alhamdulilah, lifting wilayah Sumbagut tercapai, berkat kolaborasi antara pekerja teknis dan non teknis," ujar Avi.

 

Permasalahan-permasalahan yang muncul untuk memenuhi target APBN, diantaranya permasalahan security, cuaca dan illegal taping dapat ditekan dan teratasi dengan baik. Ini berkat kerjasama yang baik antara SKK Migas Sumbagut, KKKS dan stakeholder. "Dari awal tahun kita sudah mulai concern terhadap permasalahan yang muncul, dan mengatasinya agar tidak berpengaruh dengan penurunan produksi minyak," kata alumni Geologi ITB ini.

 

Di tahun 2020, SKK Migas Sumbagut dan KKKS berharap lifting dapat kembali melampaui target yang ditetapkan perintah. Upaya yang dilakukan adalah dengan mempertahankan produksi lapangan eksisting dan melakukan pengembangan sumur baru ekplorasi di wilayah offshore, yaitu wilayah Andaman, Aceh. (ckp)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »