SEA Games Usai,

Menpora: Prestasi Atlet Indonesia Meningkat

Dibaca: 24323 kali  Kamis, 12 Desember 2019 | 14:33:55 WIB
Menpora: Prestasi Atlet Indonesia Meningkat
Ket Foto :

CLARK -- Perhelatan SEA Games 2019 resmi ditutup. Upacara penutupan dihelat di New Clark City Athletic Stadium, Filipina, Rabu (11/12) sore.

Kontingen Indonesia finis di peringkat keempat dalam klasemen akhir perolehan medali. Indonesia meraih 72 medali emas, 84 medali perak, dan 111 medali perunggu. Posisi kedua yang ditargetkan Indonesia ditempati Vietnam dengan perolehan 98 medali emas. Adapun tuan rumah Filipina keluar sebagai juara umum dengan raihan 149 medali emas, 117 perak, dan 121 perunggu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mensyukuri pencapaian para atlet Indonesia. Meski target dua besar tak tercapai, kontingen Indonesia mampu melewati target medali emas. Selain itu, prestasi para atlet Tanah Air mengalami peningkatan dibandingkan dengan SEA Games sebelumnya.

"Ini sesuatu yang luar biasa. Dari 38 (medali emas) menjadi 72. Perlu kita syukuri sekaligus kita evaluasi," kata Menpora di Manila, kemarin. Zainuddin menyinggung pencapaian Indonesia di SEA Games Malaysia. Pada 2017, Indonesia meraih 38 emas, 63 perak, 90 perunggu.

Sebelum para atlet bertolak ke Filipina, Kemenpora menargetkan raihan 45 medali emas. Sementara, Komite Olimpiade Indonesia menginginkan para atlet Tanah Air mendapatkan 54 medali emas.

Target medali emas kemudian bertambah saat pelepasan kontingen oleh Presiden Joko Widodo. Presiden menargetkan Indonesia meraih minimal 60 medali emas dan finis di posisi dua besar. Menpora yakin Presiden akan memahami bahwa pasukan Merah Putih telah mengerahkan kemampuan terbaiknya.

Indonesia sebetulnya sempat menduduki peringkat kedua klasemen SEA Games 2019. Namun, posisi Indonesia tersalip oleh Vietnam dan Thailand pada hari-hari terakhir perebutan medali. Zainudin mengatakan, peringkat Indonesia merosot karena tidak mengikuti beberapa cabang olahraga akibat masalah internal.

"Patut kita sayangkan kesalipnya kita di posisi kedua karena ada tiga cabang olahraga yang di mana Vietnam dan Thailand ikut tapi kita tidak ikut. Seperti gulat, hoki, tenis meja, dan beberapa cabang olahraga yang belum ada federasinya," kata Zainudin.

Zainudin mengatakan, Vietnam dan Thailand mampu meraih pundi-pundi emas dari cabang olahraga yang tidak diikuti Indonesia di SEA Games 2019 hingga mereka berhasil menggeser posisi Indonesia. "Di situlah mereka mendulang emas dan kita tidak bisa ikut karena ada masalah internal yang tidak bisa dibereskan sebelum SEA Games 2019 berlangsung," katanya.

 

 

Zainudin mengatakan, ada banyak sekali medali yang diperebutkan di cabang olahraga yang tidak diikuti Indonesia. Oleh karena itu, Menpora bakal meminta KONI untuk segera membereskan masalah internal cabor tersebut. "SEA Games kali ini juga bertujuan memberi kesempatan atlet junior sehingga hasilnya tidak apa-apa dan bisa dibuat pengalaman bagi mereka, khususnya yang baru pertama kali," kata Zainudin.


Dalam kesempatan berbincang dengan awak media, Zainudin turut merespons kegagalan cabor sepak bola meraih medali emas. Ia berharap para penggawa skuat Garuda Muda tak larut dalam kekecewaan. Ia mengatakan, rata-rata pemain Indonesia berusia 21 tahun. Di usia seperti itu, kata Zainudin, sulit melupakan kekalahan dengan cepat. "Saya sampaikan ke mereka, kesempatan masih banyak di depan. Jangan berputus asa," kata Zainudin.


Ia mendorong para pemain untuk terus meningkatkan kemampuan dengan berlatih lebih keras. "Selanjutnya, timnas harus mempersiapkan diri menuju Piala Dunia U-20 pada 2021," kata dia. Garuda muda ditaklukkan Vietnam U-22 tiga gol tanpa balas dalam partai final berlangsung di Rizal Memorial Stadium, Manila, Selasa (10/12).

 

Rekor SEA Games

Sebanyak 31 rekor baru SEA Games tercipta pada cabang olahraga renang dan atletik selama penyelenggaraan SEA Games 2019, dua di antaranya diciptakan atlet Indonesia. Renang dan atletik adalah dua cabang olahraga yang dikategorikan wajib di SEA Games 2019. Sementara, cabang-cabang lain dikategorikan sebagai cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade dan Asian Games (Olympic and Asian Games Sports) dan cabang-cabang olahraga regional dan baru (Regional and New Sports).


Di kolam renang, pada pertandingan yang berlangsung 4-9 Desember, terjadi 23 kali pemecahan rekor. Di cabang atletik yang berlangsung 6-11 Desember, terjadi delapan kali pemecahan rekor. Di kolam renang Aquatic Center, New Clark City, perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa memperbaiki rekornya dalam nomor 50 meter gaya punggung putra dari 25,20 detik menjadi 25,12 detik. Rekor tersebut tercipta pada Sabtu (7/12).


Berselang satu jam kemudian, tepatnya pukul 20.00 waktu Manila, dalam cabang olahraga atletik, Sapwaturrahman Sanapiah Arsyad mengukir rekor baru lompat jauh putra. Atlet kelahiran 13 Mei 1994 ini melompat sejauh 8,03 meter di Athletic Stadium, New Clark City.

Rekor sebelumnya milik Hendry Dagmil asal Filipina dengan lompatan sejauh 7,87 meter. Pada cabang atletik, dari delapan kali pemecahan rekor, empat rekor di antaranya diciptakan atlet Filipina, dua kali oleh atlet Thailand, dan masing-masing satu kali oleh atlet Indonesia.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung puas dengan penampilan tim atletik Indonesia karena mampu memenuhi target lima medali emas. Namun, PB PASI memiliki sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi.

Tim atletik Indonesia yang meraih lima medali emas, enam perak, dan lima perunggu, berada di peringkat kelima setelah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Vietnam keluar sebagai juara umum cabor atletik dengan raihan 16 emas, 12 perak, dan 10 perunggu. Sedangkan, Thailand di peringkat kedua dengan 12 emas, 11 perak, dan 12 perunggu.

"Kita harus banyak melakukan strategi yang baru. Sebenarnya, distribusi medali cukup rata sekarang. Artinya, Thailand tidak mendominasi lagi seperti dulu. Sekarang kekuatan seperti Vietnam itu cukup baik menyamai Thailand dan Filipina sebagai tuan rumah," kata Tigor.

Indonesia dan Malaysia sama-sama meraih lima emas. Namun, Malaysia lebih unggul dengan mengemas sembilan perak dan tujuh perunggu. "Kita dengan Malaysia yang sedikit tertinggal. Ini yang mesti diperbaiki," kata Tigor.

 

Upacara penutupan

Upacara penutupan SEA Games 2019 dipusatkan di New Clark City Athletic Stadium. Sejumlah acara mengawali seremoni penutupan. Ada arak-arakan kontingen, ofisial, dan relawan. Konser musik turut menghiasi upacara penutupan.

Ketua Panitia Penyelenggara SEA Games 2019 (Phisgoc) Peter Cateyano saat membacakan laporan pertanggungjawaban turut berterima kasih kepada para atlet, ofisial, dan suporter yang telah datang ke Filipina. Ia juga menyinggung peran sukarelawan. Menurut Cayetano, acara ini bisa terselenggara berkat peran segenap sukarelawan. "Karena kalian, semua berjalan dengan baik," ujarnya.

Setelahnya, giliran Ketua Komite Olimpiade Filipina Abraham Tolentino yang berpidato. Tolentino menyerukan hal serupa. Kembang api bersahut-sahutan beberapa saat setelah Tolentino turun dari podium. Grup musik The Black Eyed Peas menjadi sajian penutup seluruh rangkaian acara di New Clark Aquatic Stadium.(rep)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Ahad, 09 Agustus 2020 - 13:35:23 WIB

RUSIDI RUSDAN Sampaikan Kondisi Akses Jalan Menuju Kantor BAWASLU Riau yang Belum Di Aspal.

PEKANBARU-riautribune: Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat, Lc, MA berkesempatan bertandang ke kantor Bawaslu Riau, jalan Adisucipto No. 284 (Komplek Transito) Marpoyan Damai Pekanbaru. Dalam kunjungan ini ustadz Syahrul Aidi (sapaan akrab Anggota DPR RI) itu didampingi oleh Staf Ahli dan Tim Asistensi. Terlihat Anggota DPR RI tersebut disambut oleh Ketua Bawaslu Rusidi Rusdan dan Komisioner lainnya, Selasa 28 Juli.