KRN Periksa Rekam Jejak 15 Calon Direktur BRK

Dibaca: 30546 kali  Kamis, 05 Desember 2019 | 11:38:36 WIB
KRN Periksa Rekam Jejak 15 Calon Direktur BRK
Ket Foto :

PEKANBARU  - riautribune : Setelah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), panitia seleksi (Pansel) Pimpinan Bank Riau Kepri (BRK) menyerahkan 15 nama peserta calon Direktur Utama, Direktur Operasional, Direktur Dana dan Jasa BRK ke Komisi Remunerasi dan Nominasi (KRN) untuk diperiksa rekam jejaknya.

 

Informasi demikian disampaikan Ketua Tim Pansel Pimpinan BRK, Ahmad Syah Harrofie, Rabu (4/12/2019) di Pekanbaru. "Ada 15 nama pelamar calon direktur BRK yang kita serahkan berkasnya ke KRN untuk diperiksa rekam jejaknya," katanya. Dia merincikan, 15 nama tersebut diantaranya empat orang calon jabatan Dirut, enam orang calon jabatan Direktur Operasional, lima orang calon Direktur Dana dan Jasa BRK.

 

"Jadi nanti KRN akan mengecek secara detail rekam jejak calon, termasuk mengecek dari bank asal masing-masing calon," ujarnya. Ahmad Syah mengatakan, saat melakukan rekam jejak para calon tiga direktur BRK itu KRN mengedepankan prinsip kehati-hatian. Makanya KRN akan melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

"Setelah rekam jejak dilakukan, selanjutnya untuk hasilnya akan diketahui dalam waktu 10 hari ke depan. Jadi kita tunggulah hasilnya," cakapnya.

Berikut 15 nama calon direktur BRK yang diserahkan pansel ke KRN:

Calon Dirut BRK 4 Nama

1. Andi Buchari

2. Hendra Buana
3. Mulyadi Mustofa
4. Nizam

Calon Direktur Operasional 5 Nama

1. Denny Mulya Akbar
2. Ikhwan
3. Nusyirwan
4. Said Syamsuri
5. Tugiantoro.

Calon Direktur Dana dan Jasa 6 Nama

1. Afrid Wibisono
2. Andi Mulya
3. Khaerul Fata
4. Muhammad Jazuli
5. MA Suharto
6. Yuharman.(ckp)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu