Pelamar CPNS Pemprov Riau Capai 501 Orang, Formasi Guru Paling Diminati

Dibaca: 24279 kali  Kamis, 21 November 2019 | 13:26:19 WIB
Pelamar CPNS Pemprov Riau Capai 501 Orang, Formasi Guru Paling Diminati
Ket Foto : ilustrasi internet

PEKANBARU - riautribune : Total pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hingga 20 November 2019 mencapai 501 pelamar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan merincikan, bahwa total 501 pelamar tersebut terdiri dari 271 pelamar formasi tenaga pendidik, 29 pelamar formasi tenaga kesehatan dan 201 pelamar formasi teknis.

 

"Formasi tenaga pendidik yang paling diminati, sebagai guru," kata Ikhwan di Pekanbaru, Kamis (21/11/2019). Kemudian dari jumlah pelamar yang masuk itu, kata Ikhwan, berkas yang sudah diverifikasi baru 294 pelamar. Sedangkan, 207 berkas pelamar lagi belum diverifikasi.

 

"Langsung diverifikasi. Yang sudah diverifikasi berkasnya sudah 284 pelamar," tuturnya. Untuk diketahui, Pendaftaran online untuk seleksi CPNS Pemprov Riau telah dibuka mulai 16-30 November 2019. Lalu, pengumuman hasil seleksi administrasinya pada 16 Desember 2019. Diteruskan masa sanggah antara 17-19 Desember 2019. Sedangkan pengumuman hasil sanggah akan diumumkan pada 26 Desember 2019.

 

Selanjutnya, pengumuman jadwal SKD akan diumumkan pada Januari 2020mendatang. Dan untuk pelaksanaan SKD diperkirakan dilakukan pada Februari 2020 dan pengumuman hasilnya pada Maret 2020. Kemudian, pelaksanaan SKB diperkirakan Maret 2020, Integrasi nilai SKD dan SKB April 2020 dan penetapan NIP dan pengangkatan Sebagai CPNS diperkirakan April 2020. S akan Selebihnya akan iinformasikan kembali menyesuaikan jadwal.  (grc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu