Bantu Perajin Tenun dan Bordir, Asmita Harap Bisa Bersaing di Era MEA

Dibaca: 74759 kali  Jumat, 20 November 2015 | 16:18:56 WIB
Bantu Perajin Tenun dan Bordir, Asmita Harap Bisa Bersaing di Era MEA
Ket Foto :

PEKANBARU-riautribune: Ketatnya persaingan dalam bisnis dan  usaha di Kota Pekanbaru terutama bidang usaha tenun, bordir dan usaha lainnya mendorong Hj.Asmita Firdaus menyerahkan batuan kepada pengrajin tenun dan bordir. Penyerahan bantuan dilakukan di kantor Dekranasda Kota Pekanbaru pada Jumat (20/11). Penyerahan bantuan diberikan kepada pengrajin tenun dan bordir yang berjumlah 5 orang pengrajin bordir, 5 orang pengrajin tenun dan 5 orang pengrajin gelas kreatif . Kegiatan yang diadakan Disperindag Kota Pekanbaru untuk membantu pengusaha kecil dan menengah agar lebih kreatif dan maju. Acara dihadiri ibu-ibu PKK kota Pekanbaru, Lurah dan Camat Sukajadi serta kepala bidang dan SKPD serta undangan lainnya.

Kadis Perindustrian dan Perdangangan Drs. Azwan, M.Si mengatakan bantuan yang diberi ini bertujuan untuk memberi motivasi kepada pelaku usaha dan pengrajin tenun dan songket untuk lebih giat dan kreatif lagi dalam mengembangkan bisnis usaha tenun dan songket. Sebab, kata Azwan, sebentar lagi kita akan menghadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) di mana persaingan makin ketat dan maju lagi. Karena produk dari luar negara kita Asean bakal masuk ke negara kita. Maka untuk itu produk dan mutu barang yang kita hasilkan harus lebik baik dari produk luar negeri.

Asmita Firdaus sebagai Ketua Penggerak PKK Kota Pekanbaru mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Disperindag Kota Pekanbaru yang peduli terhadap usaha dan pengrajin tenun serta songket yang ada di Kota Pekanbaru. Asmita berharap semoga dengan bantuan tersebut dapat memajukan usaha dan meringankan beban ekonomi pengrajin yang ada di Kota Pekanbaru. Asmita ingin pengrajin harus lebih maju lagi dan terus maju. "Jangan menyerah agar dapat bersaing di dalam daerah bahkan di luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan negara-negara Asean lainnya. Kita ingin barang tenunan kita dan kerajinan tangan lainnya dapat terkenal di luar negeri serta manca negara. Dengan berlakunya MEA nanti, para pengrajin tenun dan bordir yang telah kita bekali mudah-mudahan tidak kalah bersaing dengan produk luar. Marilah kita pacu dan terus maju untuk keberhasilan kita yang telah kita wujudkan bersama yaitu dengan misi Kota Pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani," harap Asmita. (adv/hms-pku/ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu