Budidaya Ikan Keramba di Kampar Kian Memprihatinkan

Dibaca: 13050 kali  Senin, 11 November 2019 | 14:15:12 WIB
Budidaya Ikan Keramba di Kampar Kian Memprihatinkan
Ket Foto :

KAMPAR – Sebagai daerah yang dikelilingi oleh aliran sungai, Kabupaten Kampar Provinsi Riau memiliki potensi besar dalam budidaya ikan. Salah satunya adalah keramba jaring apung. Dari sekian banyak jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Kampar ada sebagian masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari budidaya ikan di keramba. Diantaranya Masyarakat Desa Lereng dan Desa Pulau Terap, Kecamatan Kuok kabupaten Kampar.

 

Namun, dengan seiring waktu hasil produksi ikan di kerambah tiap tahun kian menurun, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi.

 

Kepala Desa Lereng, Sarwan menyebutkan persoalan menurunnya jumlah produksi ikan di keramba dikarenakan harga pakan yang semakin naik, hal itu menjadikan para pemilik keramba mempertimbangkan memelihara ikan di Keramba kerena jumlah modal yang terlalu besar.

 

“Harga pakan tidak sesuai dengan harga ikan, harga ikan memang stabil. Akan tetapi dipengaruhi oleh harga dari daerah provinsi sebelah. Tentunya resiko juga besar,” ujarnya, Senin (11/11/2019). Selain harga pakan dan harga ikan, terbenturnya produksi ikan di keramba juga disebabkan oleh pemasaran ikan itu sendiri, sebab hasil panen dari maninjau berbarengan dengan hasil panen di wilayah Kecamatan Kuok.

 

“Hasil panen di Maninjau Sumbar berbarengan dengan hasil panen di sini. Perbedaan harga ikan di Maninjau juga lebih murah dari pada harga ikan disini,” jelasnya. Ditempat terpisah, Kepala Desa Pulau Terap, Husni juga senada dengan Kades Lereng. Ia mengatakan bahwa 15 persen penduduknya menggantungkan  kehidupan dari budidaya keramba.

 

Menurutnya, beberapa waktu belakangan, banyak keramba masyarakat yang tidak terisi alias kosong. “Naiknya harga pakan membuat sejumlah petani keramba banting stir, saat ini mereka memilih mengosongkan keramba mereka,” kata Husni. Melihat persoalan ini, Husni menyarankan kepada petani keramba untuk pandai mengatur jadwal panen agar tidak berbenturan dengan ikan yang datang dari provinsi tetangga sehingga ketika panen masyarakat bisa mendapat keuntungan.(an)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »