Menyikapi Kabinet Indonesia Maju

Dibaca: 32241 kali  Jumat, 25 Oktober 2019 | 20:49:04 WIB
Menyikapi Kabinet Indonesia Maju
Ket Foto : Peserta diskusi dan Kopi bersama Akademisi, Politisi dan kalangan wartawan di Pekanbaru

PEKANBARU-riautribune: Rasa tanda tanya besar, kalangan masyarakat bahkan kalangan Kampus, siapa sosok yang akan mengisi jajaran pembantu Presiden Jokowi Priode kedua terjawah sudah. Menurut Akademisi Riau M Mardhiansyah  dosen jurusan kehutanan fakultas Pertanian Universitas Riau. Kini saatnya, masyarakat memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan kinerja, bukan meletakkan prasangka, atau membanjiri laman-laman media social dengan komentar yang bernada respontif negative. Demikian diungkapkan oleh akademisi muda Riau Mardiansyah ketika diwawancara media, dalam sembang-sembang kopi malam bersama politisi, akademisi, dan wartawan di salah satu Kedai Kopi di Pekanbaru

  “Ini baru sesi pertama dari panggung pertunjukkan politik, jadi jangan terburu, menilai dan menganalisa apa yang terjadi. Bahkan juga saat telunjuk mengarah kepada profil  Mendikbud. Intinya, kita tidak boleh meletakkan rasa paling tahu, dan merasa paling jitu dalam menganalisa apa yang terjadi saat ini,”Ucap Mardhi  yang merupakan anggota tetap, komunitas perkopian malam yang digagas oleh Eddy M Yatim yang juga anggota DPRD Riau.

DItegaskan Die, Sungguhnya disetiap lakon yang disajikan, pasti ada skenerio yang sudah dirancang dengan berbagai pertimbangan dan analisa di belakang panggung. Yang paham, bagaimana ending dari scenario ini tentulah Presiden. Sebagai negara hukum kita mesti menghormati konstitusi, diantaranya Hak Prerogatif Presiden.  Amanah sudah diberikan kepada Presiden untuk memimpin negeri ini, beri kesempatan mereka bekerja dan sebagai anak bangsa kita dukung semampu yang kita bisa sesuai kompetensi dan kapasitas yang kita punya.

   “Zaman sudah berubah seiiring waktu. Sedang kita masih terbelenggu, dan memasungkan diri pada "kebiasaan", cepat menilau. Padahal gerbong perubahan itu, menghadirkan sesuatu ketidaklaziman sebagai sinyal perubahan. Kita heboh dengan kegalauan bahkan kepanikan. Berrlayarlah dengan perubahan itu dan bantu negeri ini untuk menjadi lebih baik. Jangan menerka akhir cerita sedang lakon pertunjukan belum dimainkan,’Ucap Mardhi mengilustrasikan kondisi yang sedang berlangsung

   Diakhir wawancara anak muda asal Bengkalis ini menuturkan, mari kita bersabar dan memberikan kesempatan untuk mereka membuktikan kerjanya.  “Jangan terbiasa memandang rendah sesuatu dengan seolah-olah kita lebih tahu, lebih hebat, apatahlagi latar belakang dan pandangan konsep kita berbeda. semoga kekhawatiran kita tetap kostruktif untuk kewaspadaan dan kebaikan bangsa ini. Presiden pasti punya pertimbangan utk mewujudkan visi dan misinya”Ucapnya.(rnl)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu