Menyimak Riuh Rendah Persepsi Publik Terhadap Kabinet Indonesia Maju.

Dibaca: 12558 kali  Kamis, 24 Oktober 2019 | 13:07:50 WIB
Menyimak Riuh Rendah Persepsi Publik Terhadap Kabinet Indonesia Maju.
Ket Foto : foto Menteri Kabinet Maju Jokowi Priode Kedua

PEKANBARU - riautribune : Penasaran publik terhadap teka teki tentang para Menteri Kabinet Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terjawab sudah seiring telah diumumkannya secara resmi Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019. Kita selalu responsif mengomentari dengan berbagai analisa dugaan dari apa yg tampak pada apa yg disajikan pada panggung utama pertunjukan. Demikian halnya demgan fenomena Kabinet Indonesia Maju yg baru diumumkan, salah satu yang menjadi perhatian publik adalah fenomena Menteri Kemendikbud.

 

Sesungguhnya komentar dan analisa dugaan itu semua belum tentu benar dan mungkin juga keliru meski tak jarang kita merasa paling tau dan jitu menganalisa serta mengomentari. Berbagai data dan informasi berusaha digali dan rangkai untuk mengkonstruksikan realita yg sdh diputuskan.

 

Ssungguhnya disetiap lakon yang disajikan, pasti ada skenerio yang sudah dirancang dengan berbagai pertimbangan dan analisa di belakang panggung. Skenario sesungguhnya hanya Presiden dan para pembantunyalah yg paling tau. Maka sebagai negara hukum kita mesti menghormati konstitusi diantaranya Hak Prerogatif Presiden. Amanah sudah diberikan kepada Presiden untuk memimpin negeri ini. Beri kesempatan untuk mereka bekerja dan sebagai anak bangsa kita dukung semampu yang kita bisa sesuai kompetensi dan kapasitas yang kita punya.

 

Zaman sudah berubah seiiring waktu. Sedang kita masih terbelenggu dan memasungkan diri pada "kebiasaan". Kala gerobong perubahan itu menghadirkan sesuatu ketidaklaziman sebagai sinyal perubahan, kita heboh dengan kegalauan bahkan kepanikan. Berrlayarlah dengan perubahan itu dan bantu negeri ini untuk menjadi lebih baik. Jangan menerka akhir cerita sedang lakon pertunjukan belum dimainkan.

 

Keriuh rendahan persepsi publik membahas fenomena Kabinet mungkin sebuah fenomena kelatahan ketika realitas tak sesuai harapan. Selalulah berprasangka baik terhadap sesuatu. Pengalaman sudah mengajarkan kita tak jarang sesorang dan sesuatu yang kita ragukan kapasitasnya sebagai Mentei namun dalam perjalanan waktunya beliau mampu membuktikan kinerja dan prestasinya yang kemudian  mengubah pesimistis publik menjadi apresiasi dan pujian. Kita harus menghargai suatu proses bahwa tak semua harapan harus terwujud indah sesuai asa...

 

Informasi tentang akidah personal menteri pun sudah menghiasi laman publik. Persoalan akidah sesuatu yg sensitif. Apakah kekhawatiran yang berhembus tersebut sudah terindikasi dan terlihat saat beliau memimpin institusi sebelumnya menjadi Menteri yang juga memiliki jaringan dan karyawan yg sangat besar. Bahasan soal agama dan akidah sesuatu yg sensitif dan tak jarang membuat kita sesama seakidah berselisih paham dan mungkin mereka yg berniat tak baik yang tak ingin melihat persatuan dan kedamaian umat malah tertawa merasa bahagia atas pertelagahan yang terjadi.

 

Mari kita bersabar dan memberikan kesempatan untuk mereka membuktikan kerjanya. Jangan terbiasa memandang rendah sesuatu dengan seolah-olah kita lebih tau dan lebih hebat kala latar belakang dan pandangan serta konsep kita berbeda. Kekhawatiran kita semoga tetap kostruktif untuk kewaspadaan dan kebaikan bangsa ini. Presiden pasti punya pertimbangan utk mewujudkan visi dan misinya.

 

Selamat bekerja para Menteri Kabinet Indonesia Maju yang sudah diberikan amanah dan kepercayaan oleh Presiden untuk membantunya mewujudkan visi misi Presiden untuk Indonesia maju dan Indonesia yg lebih baik. Kerja dan waktu yg akan membuktikan dan yang akan dipertaruhkan Presiden ke depan seluruh rakyat Indonesia sesuai konstitusi yg berlaku sebagai konsekuensi konstitusinya sebagai Presiden.

 

Semoga negeri ini selalu damai dan sejuk agar pembangunan dapat berjalan lancar demi mewujudkan cita dan asa kita bersama sesuai amanah UUD 1945. Bijaklah kita membaca yang tersirat, tak semata riau rendah pada apa yg tersurat.

 

Oleh,

M.Mardhiansyah (Dosen Jur.Kehutanan Fak.Pertanian UNRI - Pengurus Kagamahut Riau)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Opini" Index »