Jelang Pilkada 2020,

KPU Kepulauan Meranti Gelar Konferensi Pers

Dibaca: 11655 kali  Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:26:56 WIB
KPU Kepulauan Meranti Gelar Konferensi Pers
Ket Foto :

SELATPANJANG - Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Meranti, menggelar konferensi pers untuk menyampaikan berbagai permasalahan terkait pemilu 2019.

 

Konferensi pers dengan tema "Dari pemilu 2019 menuju pilkda serentak 2020" itu dihadiri langsung oleh Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid SPdi, Divisi Hukum dan Pengawasan, Anwar Basir SH, Divisi Farmas, Hanafi S.Sos, Divisi Teknis dan Penyelenggaraan, Herwan dan Divisi Perencanaaan Data dan Informasi, Katmuji SHi MSi.

 

Kegiatan yang dipandu oleh Marisa berlangsung di Hotel Dyva, Jalan Diponegoro, Selatpanjang, pada Rabu (23/10/2019) siang. Dalam pertemuan itu juga diselingi dengan tanya jawab terkait persoalan pemilu 2019 hingga pilkada 2020 mendatang. Dalam kesempatan itu, juga menyinggung tentang partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. kPU berharap dengan antusiasme masyarakat untuk mengikuti pemungutan suara, targetnya bisa tercapai.

 

"Diharapkan partisipasi mampu mencapai target yang ditetapkan KPU sebesar 73 persen," ujar Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid. Diakhir konferensi pers, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang menggunakan hak pilihnya, penyelenggara pemilu mengerjakan tugas-tugasnya, dan aparat keamanan menjaga keamanan saat pemilu berlangsung.

 

"Semoga dengan pertemuan ini akan semakin mempererat hubungan kita dengan rekan-rekan wartawan, sehingga kedepan KPU dan wartawan bisa saling bersinergi," harapnya.(grc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu