Serkat Pers Gelar Pelatian Untuk Humas Rumah Sakit

Agung:" Media itu Patner Untuk Membesarkan Profil Institusi"

Dibaca: 26486 kali  Jumat, 04 Oktober 2019 | 20:34:09 WIB
Agung:
Ket Foto : Pembukaan acara Pelatihan Perhumas untuk Managemen Rumah Sakit yang di SPS

PEKANBARU-riautribune: Workshop Public Ralation (PR) atau dibeberapa instasi dikenal sebagai humas, ditaja Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Riau, Jumat (4/10) diikuti oleh beberapa perwakilan Rumah Sakit di Riau, dan berlangsung hikmat.Pelatihan ini bahkan sempat dihadiri oleh pembicara handal bidang kehumasa yang juga Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Agung Laksamana.

 Sesi awal ini sangat antusias diikuti peserta, para humas dari rumah sakit pemerintah dan swasta, termasuk dari Dinas Kesehatan dan para dosen juga mahasiswa Sekolah tinggi kesehatan (Stikes).

 Salah satu poin penting yang disampaikan Agung Laksamana, adalah para humas tidak boleh lari dari media bahkan harus bermitra.
  "Jangan pernah lari dari media. Karena kalau lari, media akan semakin mengejar kita, juga akan meyakinkan media bahwa yang terjadi itu adalah benar, fasilitasi mereka dalam komunikasi yang baik, dan mereka juga yang menjadi wadah untuk membesarkan profil diri kita," kata Agung.

Karenanya, lanjut Agung sebaiknya para humas adalah sosok yang paling banyak tahu. Para humas juga harus banyak membaca. Media, kata dia, mesti dibuat nyaman dengan penjelasan humas. Jika ada masalah, mesti dikumpulkan banyak referensi dan data-data yang akan disampaikan ke media.
 
  Akan tetapi, Agung mengingatkan, para PR/humas mesti pastikan terlebih dahulu, apakah media ini benar dan bukan media abal-abal. Jika itu media yang betul, perlulah diberikan klarifikasi. Kalau tidak dari media yang sah, para PR/humas tidak perlu melayaninya.

  Soal ini, juga dibenarkan oleh Ketua SPS Cabang Riau H Zulmansyah Sekedang. Saat sambutan dan membuka workahop ini, dia menyebutkan bahwa saat ini banyak sekali media. Karena saat ini mudah sekali mendirikan media, cukup dengan akte dan tidak perlu banyak biaya.

"Jadi, perlu juga kita tahu mana yang benar-benar media. Sekarang banyak juga yang merasa media, tapi ternyata belum sesuai disebut media. Apalagi sekarang mudah sekali untuk mendirikan perusahaan media, tidak perlu banyak biaya. Makanya, jika berhadapan dengan kondisi itu sebaiknya lebih teliti," jelas Zulmansyah.

Workshop yang mengangkat tema "How to Handle Commucation Crisis in Disruption Era" dilaksanakan oleh SPS Riau di Hotel Batiqa Pekanbaru. Ini adalah angkatan pertama untuk para Humas rumah sakit se Riau. Ke depan SPS Riau juga akan mengadakan workshop serupa bagi humas di instansi lainnya.

Ketua panitia workshop SPS Riau Khairul Amri menyebutkan, ternyata kegiatan ini disambut antusias oleh para PR/humas rumah sakit. Makanya ke depan diharapkan akan terus berjalan, sehingga para PR/humas bisa lebih paham bagaimana berkomunikasi dengan media.

"Kepada seluruh panitia dan sponsor dan semua pihak yang membantu panitia dan SPS Riau menyukseskan workshop ini. Kepada Perhumas sebagai mitra kami sangat berterima kaih. Juga sponsor dari Rumah Sakit Awal Bros dan Hotel Batiqa. Ke depan semoga dapat terjalin kerja sama yang baik ini," katanya.(rls)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »