Bersama Keluarga, AHY Melayat ke Rumah Duka BJ Habibie

Dibaca: 13907 kali  Kamis, 12 September 2019 | 14:06:32 WIB
Bersama Keluarga, AHY Melayat ke Rumah Duka BJ Habibie
Ket Foto :

JAKARTA - riautribune :  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melayat ke rumah duka Almarhum Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, di Jalan Patra XIII, Jakarta Selatan, Kamis (12/9) pagi. "Turut berduka cita Pak, Bu," AHY mengucapkan bela sungkawanya kepada para keluarga yang berkumpul saat memasuki rumah duka pukul 09.35 WIB.

 

AHY langsung memeluk putra-putra Almarhum, Ilham Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Bersama keluarga, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Annisa Pohan, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) dan Aliya Rajasa, AHY berdoa di samping peti jenazah.

 

"Hari ini bangsa Indonesia berduka, dan kita kehilangan lagi salah satu putra terbaik bangsa, Bapak Habibie. Saya harus mengatakan kita sungguh kehilangan. Beliau bukan hanya Bapak Reformasi, Bapak Demokrasi tapi juga bapak Teknologi," kata SBY kepada awak media usai melayat.

 

Lebih lanjut SBY menjelaskan bahwa ia memiliki kedekatan secara pribadi dengan Bapak Habibie sejak lama, baik sebelum menjadi presiden di era reformasi, tapi juga setelah SBY selesai menjabat sebagai presiden, dan bahkan ketika keduanya tidak lagi berada di pemerintahan.

 

"Terus terang ketika Ibu Ainun berpulang, hubungan keluarga kami semakin dekat. Ketika Ibu Ani berpulang, hubungan diantara kami semakin dekat lagi. Maka itu secara pribadi saya sungguh kehilangan. Saya yakin bahwa keputusan Allah SWT ini lah adalah keputusan yang terbaik. Saya sebagai adik beliau, ikut mendoakan semoga Pak Habibie hidup tenang di sisi Allah SWT," tutup SBY. (adw)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu