HUT Provinsi Riau 2019, ke 62

PT PER Terus Komit Bangun Ekonomi Riau Bersama

Dibaca: 24394 kali  Selasa, 06 Agustus 2019 | 10:39:30 WIB

PEKANBARU-riautribune: Memasuki HUT Provinsi Riau ke 62 tahun 2019, Agustus ini PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), badan usaha milik daerah di Riau terus komit membangun ekonomi Riau bersama badan usaha lainnya sebagai sebuah amanah untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi di Riau.

Di awal kepemimpinannya H Syamsul Bakri kepada wartawan pernah menuturkan bahwa menargetkan pembiayaan bagi 5.000 nasabah mikro yang ada di wilayah tersebut.

Direktur Utama PT PER Syamsul Bakri mengatakan saat ini pihaknya sudah memberikan pinjaman atau pembiayaan mikro bagi 3.000 nasabah.

"Nasabah kami saat ini 3.000 pedagang, dan tahun ini targetnya bisa naik menjadi 5.000 pedagang," beberapa waktu lalu.

Dengan target nasabah itu, jumlah pembiayaan yang disalurkan tahun ini diperkirakan bakal mencapai Rp95 miliar, lebih tinggi dibandingkan total pembiayaan 2016 yang senilai Rp69 miliar.

Syamsul mengatakan untuk mencapai target itu, semua kantor cabang PT PER yang berjumlah delapan kantor, akan didorong untuk meningkatkan promosi produk Kredit Bakulan. Bahkan produk ini tetap menjadi Magnet di BPR yang saat ini dimiliki oleh PT PER di jalan Suka karya Kuala Panam

Produk ini kata dia dipilih untuk andalan pihaknya karena menyasar pedagang tradisional di pasar yang memang menjadi target utama perusahaan daerah tersebut.

Pedagang tradisional yang berminat mendapatkan dukungan pembiayaan dari PT PER, bisa melakukan pengajuan lewat kelompok pedagang atau koperasi.

"Jadi selain membantu lewat pembiayaan dengan memberi pinjaman, kami juga mendorong pedagang membuat kelompok atau koperasi," katanya.

Direktur Operasional PT PER beberapa waktu lalu pernah menuturkan, produk Kredit Bakulan ini menggunakan sistem bagi hasil antara perusahaan dengan kelompok pedagang masing-masing sebesar 60% dan 40%.

"Jadi kelompok pedagang atau koperasi yang bermitra dengan kami juga mendapatkan manfaat imbal hasil pinjaman yang kami salurkan," katanya.

Rudi mengatakan sistem pengembalian pinjaman menggunakan waktu bayar tiap 10 hari kepada perusahaan, dan bayar setiap hari dari pedagang kepada kelompok pedagang atau koperasi.

Dengan sistem ini, diharapkan dapat menurunkan rasio pinjaman macet karena pedagang menjadi disiplin untuk mengembalikan pinjamannya setiap hari.

"Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pembiayaan dan menekan angka kredit bermasalah, tentu dengan kerja sama yang baik dari pedagang, kelompok pedagang atau koperasi dengan PT PER," katanya.

Adapun PT PER adalah BUMD Provinsi Riau yang ditunjuk pemda untuk mendorong pembiayaan bagi usaha mikro di daerah tersebut. (rls)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »