Mahasiswa Demo Kejati Riau

Desak Usut Dugaan Korupsi Mess Kabupaten Meranti

Dibaca: 109112 kali  Selasa, 10 November 2015 | 18:40:36 WIB
Desak Usut Dugaan Korupsi Mess Kabupaten Meranti
Ket Foto :

PEKANBARU-riautribune: Belasan mahasiswa dari Forum Pemuda/ Mahasiswa Pembangun Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (10/11). Mereka mendesak penyidik di Korps Adhyaksa mengusut berbagai dugaan korupsi yang terjadi di kabupaten pemekaran Bengkalis itu. "Sejumlah kasus yang dilaporkan masyarakat terkait dugaan korupsi di Kabupaten Kepulauan Meranti ke Kejati Riau saat ini mengendap. Ada apa ini," tanya Sarwan Kelana, koordinator aksi dalam orasinya.

Salah satu yang disorot pendemo adalah dugaan korupsi dalam pengadaan mess atau penginapan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti di Jalan Kurnia, Kelurahan Tangkerang Labuai. Bangunan itu menghabiskan anggaran senilai Rp6 miliar. Menurut Sarwan, pembelian sekaligus perombakan mess tersebut tidak transaparan. Pemkab dituding tidak merincikan apa yang dibeli dan bagaimana proses pembangunannya. "Mengapa masih ada kekurangan sosialisasi dalam pembangunan mess Meranti senilai Rp6 miliar," tegas Sarwan.

Sikap ini, tambah Sarwan, menimbulkan ketidaktahuan rakyat Meranti dan bersifat pembodohan dari waktu ke waktu. Sarwan menyebutkan, pembangunan mess itu tidak memakai plang nama. Seharusnya, kata Sarwan, proyek dengan anggaran miliaran rupiah itu wajib menggunakan plang supaya masyarakat tahu sumber dan waktu pembangunannya. Di samping itu, massa juga menyorot pungutan liar (pungli) dalam pembangunan Mess Meranti. Hal ini dinilai pendemo tidak boleh dilakukan karena pembangunan tersebut sudah ada anggarannya dari APBD.‎ (mer/com/ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu