Guru Honorer Komite Resah, Ada Isu BOSDA di Tahun 2019 Tak Lagi Turun

Dibaca: 46601 kali  Selasa, 04 Desember 2018 | 14:53:49 WIB
Guru Honorer Komite Resah, Ada Isu BOSDA di Tahun 2019 Tak Lagi Turun
Ket Foto : ilustrasi internet

PEKANBARU - Para guru honorer komite mulai resah. Mereka mendapatkan isu jika dana BOSDA di tahun 2019 tak lagi turun. "Itulah, kalau dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) 2019 tak lagi turun, gaji kami darimana," keluh salah satu guru SMA honorer dari Kuansing, Sukri, Selasa 4 Desember 2018.

 

Dilanjutkan Sukri, untuk 2018 ini, memang gaji mereka tersedia dari BOSDA. Namun, pihak sekolah belum mendapatkan kepastian BOSDA untuk tahun 2019, sementara gaji untuk guru honorer diambil dari dana BOSDA. "Kepala Sekolah kami menyampaikan jika BOSDA belum pasti ada di 2019. Makanya, kami agak resah juga sekarang," tambah dia.

 

Hal yang sama juga diutarakan guru honorer komite lainnya, Yani. Menurut dia, jika tak ada lagi BOSDA, maka pungutan uang komite dalam bentuk uang pembangunan atau uang SPP akan kembali dipungut dari siswa. "Makanya, kami berharap agar BOSDA tetap turun," pungkas dia. (bpc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 21 Agustus 2019 - 20:20:27 WIB

BRK Disuntik Saham Rp17M

PEKANBARU-riautribune: Tiga pemegang saham melakukan penambahan modal ke Bank Riau Kepri (BRK) sebesar Rp17 miliar saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Ketiga pemegang saham itu yakni Kabupaten Bengkalis sebesar Rp10 miliar, Kabupaten Natuna Rp5 miliar dan Koperasi Amanah Riau Kepri (saham karyawan) Rp2 miliar.

Rabu, 21 Agustus 2019 - 20:20:27 WIB

BRK Disuntik Saham Rp17M

PEKANBARU-riautribune: Tiga pemegang saham melakukan penambahan modal ke Bank Riau Kepri (BRK) sebesar Rp17 miliar saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Ketiga pemegang saham itu yakni Kabupaten Bengkalis sebesar Rp10 miliar, Kabupaten Natuna Rp5 miliar dan Koperasi Amanah Riau Kepri (saham karyawan) Rp2 miliar.