Pemkab Siak Pugar Istana Peraduan Sultan Siak

Dibaca: 16141 kali  Selasa, 30 Oktober 2018 | 13:33:22 WIB
Pemkab Siak Pugar Istana Peraduan Sultan Siak
Ket Foto : Bupati Siak Syamsuar beserta jajaran menghadiri pemugaran Istana Peraduan Sultan Siak.(foto halloriau.com)

SIAK - Pemkab Siak bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan pemugaran Istana Peraduan Sultan Siak yang berlokasi di Komplek Istana Siak.

Pemugaran Istana Peraduan Sultan Siak tersebut dihadiri Bupati Siak Syamsuar, Wakil Bupati Siak Alfedri, tokoh masyarakat Melayu Riau, manajemen RAPP dan pejabat di lingkungan Siak, Senin (29/10/2018).

Syamsuar menyebutkan, istana ini merupakan peninggalan sejarah yang penting. Sebab, istana ini sebagai bukti sejarah akan tempat Sultan beristirahat.

"Karena dulunya Sultan Syarif Kasim II sebagai raja terakhir, beristirahat di Istana Peraduan itu. Sedangkan Istana Siak yang terdiri dari dua lantai sebagai bangunan utama, dulunya hanya untuk menerima tamu kerajaan," jelasnya.

Ia juga sangat mengapresiasi kepedulian RAPP terhadap keberadaan Cagar Budaya ini. Setelah selesai, dia berharap lebih banyak wisatawan yang datang sehingga sejarah-sejarah Kerajaan Siak ini akan diketahui banyak orang.

"Belum ada perusahaan yang benar-benar peduli dengan situs Cagar Budaya ini. Kami apresiasi dan semoga bisa dicontoh dengan perusahaan lain. Untuk diketahui Istana Siak ini sudah dijadikan kawasan budaya. Kota Siak masuk jaringan kota Pusaka Indonesia," tutur Syamsuar.(hrc)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Sabtu, 21 September 2019 - 17:32:06 WIB

Pemko Turut Sukseskan KTNA Besok

PEKANBARU-riautribune: Pemerintah Kota Pekanbaru Siap Mensukseskan Acara Rembug dan Expo Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional tanggal 21-25 September 2019 mendatang. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Pekanbaru, Syahmanar S Umar, acara ini bertemakan "Memaksimalkan Kuantitas dan Kualitas Produk Pangan Lokal Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia".