Stop Kampanye Di Palu, Demokrat: Jokowi Akan Setuju

Dibaca: 9127 kali  Selasa, 02 Oktober 2018 | 11:28:47 WIB
Stop Kampanye Di Palu, Demokrat: Jokowi Akan Setuju
Ket Foto :
JAKARTA - riautribune : Untuk menghormati korban bencana gempa di Sulawesi Tengah, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar kampanye di provinsi tersebut dihentikan.Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Efendi memandang, usulan SBY itu sangat tepat dan pasti akan disetujui oleh Presiden Joko Widodo.


"Saya rasa Pak Jokowi juga setuju, apabila terjadi musibah pada siapapun logis nggak kalau kita terus berkampanye," ujar Dede saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Senin (1/10). Ketua Komisi IX DPR itu menyatakan, sangat tidak etis membawa bantuan dengan gambar calon atau partai. Sehingga, demi kemanusiaan alangkah tepatnya jika kampanye dihentikan sementara.



"Jadi apa yang disampaikan Pak SBY sangat reasonable dan manusiawi," kata dia. Ditambahkan Dede, bencana memang kerap datang di mana saja dan tanpa diduga-duga. Ibukota Jakarta pun juga memungkinkan terkena bencana serupa seperti di Palu. "Andaikan itu terjadi di Jakarta, terus para calon ramai-ramai kampanye, masyarakat perasaannya bagaimana. Jadi kita harus lihat bagaimana perasaan para korban," tandasnya. (rmol)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas