Berawal dari Sawit ke holtikultura

Kini, Herman Nikmati Hasil Program DMPA Sinarmas Forestry.

Dibaca: 21530 kali  Kamis, 27 September 2018 | 14:26:31 WIB
Kini, Herman Nikmati Hasil Program DMPA Sinarmas Forestry.
Ket Foto : PEKANBARU-riautribune: Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA)  yang diinisiasi oleh sinarmasforestry bertujuan mengedepankan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan antara lain masyarakat dan perusahaan.DMPA

 

PEKANBARU-riautribune: Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA)  yang diinisiasi oleh sinarmasforestry bertujuan mengedepankan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan antara lain masyarakat dan perusahaan.DMPA diharapkan mampu mengurai masalah dan menghadirkan solusi bagi dinamika sosial yang dihadapi untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang bertanggungjawab. Salah satu pilar program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Program ini merupakan sistem penggunaan lahan dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian yang bertujuan meningkatkan kelestarian terhadap hutan serta meningkatkan ekonomi rakyat, kegiatan dalam program DMPA ini cukup beragam, sebahagian besar program berupa peternakan dan penguatan sumber pangan ditingkat desa yang sekaligus diharapkan mampu meningkatkan pendapatan penerima manfaat

 

Salah satu penerima manfaat program DMPA Herman warga Pinangsebatang barat yang awalnya adalah merupakan petani sawit saat ini bisa menjadi contoh dari keberhasilan program DMPA itu sendiri, seperti yang disampaikan Herman, sebelum bisa menikmati hasil dari usaha ini, dirinya adalah merupakan petani sawit yang hanya berpenghasilan tidak lebih dari 2,5 juta rupiah sekali panen dengan luas lahan 1 hektar, tentu saja hasil tersebut belum bisa mencukupi dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. 

Berbekal informasi yang diterima melalui perangkat desa bahwa PT. Arara Abadi akan meluncurkan program DMPA Herman memberanikan diri untuk ikut serta dalam program tersebut, 

Langkah awal yang dilakukannya adalah menebang serta membersihkan semua sawit yang masih berbuah dikebunnya yang berada di kampung Rasau Kuning, kemudian digantinya dengan berbagai jenis tanaman holtikultura mulai dari Gambas, Pare, Bayam, Kangkung, Jagung, Timun dan Melon dan Alhamdulillah dalam kurun waktu 1,5 tahun Herman sudah bisa mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, jika sebelumnya dalam 1 hektar sawit dirinya hanya mendapatkan hasil 2,5 juta sekali panen, namun saat ini hasil panen dari tanaman holtikulturanya bisa mencapai penghasilan sebesar 30 juta rupiah dalam sekali panen. 

Melihat hasil yang menjanjikan tersebut, Herman tergiur lagi untuk mengembangkan usahanya lebih besar, saat ini Herman sudah membeli kebun sawit seluas 2 hektar yang nantinya akan diperuntukkannya untuk mengembangkan tanaman holtikultura, sementara sebahagian pokok sawit dijadikannya sebagai pelindung dari tanaman tersebut, saat ini dirinya boleh dikatakan sudah menjadi petani sukses, ini menurutnya tidak terlepas dari peran perusahaan Arara Abadi " saya dari lubuk hati yang paling dalam ingin mengucapkan terima kasih buat Arara Abadi, jika tanpa bantuan dari perusahaan belum tentu saya bisa seperti sekarang ini"  katanya, dari hasil usaha yang dilakoninya ini kini dia telah mampu mempekerjakan anggota sebanyak 6 orang disamping itu juga bisa membangun rumah dan menyekolahkan anaknya, Herman juga sudah mempunyai 2 unit mobil yang dibeli dari usaha yang dijalaninya, kendaraan tersebut digunakan untuk memasarkan hasil pertaniannya.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »