Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Dibaca: 46183 kali  Rabu, 19 September 2018 | 11:04:12 WIB
Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri
Ket Foto :

Jakarta - Riautribune:Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

 

Demikian diungkapkan Supiadin saat Rapat Kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Hukum dan HAM membahas nota kesepahaman kerja sama pertahanan Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

 

Politisi Partai NasDem itu mengakui bahwa selama ini tidak ada UU Pertahanan Negara yang mengatur kerja sama pertahanan dengan negara sahabat ketika bertanya kepada pakar. Ia hanya ingin mempertegas langsung kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, jika ada sebaiknya dimasukkan sebagai bahan referensi.

 

“Saya melihat sepertinya UU Pertahanan Negara tidak dijadikan bahan acuan dalam pembuatan Undang-Undang Kerja Sama Luar Negeri ini. Saya mau tahu saja, apakah memang benar tidak ada UU Pertahanan Negara, pasal yang mengatur kerja sama luar negeri dengan negara sahabat,” tuturnya saat rapat.

 

Politisi dapil Jawa Barat XI ini meminta, agar sebaiknya dilakukan evaluasi terhadap UU Pertahanan Negara yang mengatur ketentuan kerja sama dengan negara luar negeri. Ia berharap hal tersebut dapat dijadikan koreksi agar saat pembahasan revisi UU Pertahanan Negara dapat dimasukkan sebagai bahan pertimbangan.

 

“Seharusnya memang Undang-Undang Kerja Sama Luar Negeri kita itu menggunakan UU Pertahanan Negara sebagai bahan dasar. Dengan demikian, mungkin Pak Menhan, Undang-Undang Pertahanan Negara kita perlu direvisi lagi, terkait dengan pasal kerja sama luar negeri atau bilateral,” tandas Supiadin.

 

Menanggapi hal tersebut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku memang belum ada pasal yang secara spesifik dalam UU Pertahanan Negara yang membahas kerja sama Indonesia dengan negara luar negeri. Untuk itu pihaknya akan mencoba membahas hal tersebut dengan jajarannya. “Memang belum ada sepertinya. Mungkin nanti akan dipelajari lebih lanjut bersama staf,” balas Ryamizard. (dpr)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas