Disperindag Pekanbaru Ajukan Penambahan Lokasi Berjualan CFD

Dibaca: 16395 kali  Senin, 10 September 2018 | 13:28:29 WIB
Disperindag Pekanbaru Ajukan Penambahan Lokasi Berjualan CFD
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru ajukan penambahan area berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan yang kini bertempat di Jalan Sudirman Pekanbaru. "Jumlah pedagang bahkan sudah melebihi target awal kita," ucap Kadisperindag Pekanbaru melalui Kepala Bidang Pasar, Suhardi di Pekanbaru, Senin.



Suhardi menjelaskan bahwa hal tersebut lantaran animo masyarakat untuk berjualan di area CFD tersebut melebihi kapasitas lokasi yang saat ini tersedia. Ia menambahkan saat ini jumlah pedagang yang berjualan di area tersebut tepatnya di jalan Cut Nyak Dien sudah mencapai sekitar 460 lapak. Jumlah tersebut diakuinya bahkan sudah melebihi kapasitas lokasi yang telah ditentukan sebelumnya.



Terkait hal tersebut pihaknya sendiri telah menghentikan penerimaan pendaftaran para pedagang yang ingin berjualan di area CFD. Setidaknya hal tersebut telah dilakukan semenjak satu bulan lalu, namun sampai saat ini jumlah masyarakat yang ada di daftar antrian bahkan sudah mencapai 200 orang.



"Kalau terus dibiarkan ditakutkan malah menjadi masalah. Saling berebut lokasi berjualan sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat yang ingin berolah raga," ucapnya lagi. Kendati demikian ia mengaku bahwa pihaknya sendiri belum bisa melarang para pedagang yang belum berizin tersebut untuk berjualan di area CFD.



Hal ini lantaran dari sekian banyak pedagang yang telah terdaftar tersebut ada beberapa diantara mereka yang kebetulan tidak berjualan sehingga lokasi berjualan mereka ditempati sementara oleh para pedagang yang belum mengantongi izin tersebut. Hal ini berlaku dengan catatan para pedagang tak berizin tersebut bersedia untuk dipindahkan manakala lokasi tadi dipergunakan kembali oleh pedagang yang memang memiliki izin.



Namun ia menilai bahwa bukannya tidak mungkin hal ini dapat menimbulkan permasalahan kedepannya. Pasalnya masalah ekonomi memang cenderung menjadi pemicu dalam sebuah perselisihan. "Ini masalah perut. Orang bisa saja berbuat nekat," tegasnya. Sampai saat ini ia mengaku bahwa pihaknya belum bisa memutuskan soal penambahan lokasi berjualan tersebut. Pasalnya hal ini perlu pembahasan lebih lanjut dengan berbagai pihak terkait.( antr)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »