Sandiaga Tukarkan Dolar, Dedi Mulyadi: Saya Salut

Dibaca: 17217 kali  Jumat, 07 September 2018 | 14:32:33 WIB
Sandiaga Tukarkan Dolar, Dedi Mulyadi: Saya Salut
Ket Foto :

BANDUNG -- riautribune : Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi sikap pengusaha sekaligus politikus Sandiaga Uno menukarkan mata uang dolar Amerika Serikat menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah. Dedi berharap pengusaha dan pejabat ikut menukarkan mata uang dolar AS.

 

"Ini saya sampaikan, saya salut kepada pak Sandiaga Uno yang menukar 1.000 US dolar, tapi akan lebih salut lagi kalau seluruh dolarnya ditukar dan itu diikuti oleh pejabat dan pengusaha lainnya untuk menukar dolar," kata Dedi Mulyadi, di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat, di Kota Bandung, Jumat (7/9).

 

Menurutnya, masyarakat tidak perlu diberikan imbauan untuk ikut menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena umumnya masyarakat tidak memiliki mata uang dolar AS. "Masyarakat mah tidak perlu diimbau apa-apa karena umumnya masyarakat enggak punya dolar, dan yang kedua sudah biasa hidup efisien. Contoh tukang tahu dan kerupuk, mereka adalah pengusaha yang bertahan ketika masa krisis jadi ketika dolar naik, tahu dikurangi besarannya," katanya pula.

 

Dedi menilai, seharusnya diberi imbauan terkait gejolak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah pengusaha dan pejabat. "Yang seharusnya diimbau itu para pengusaha dan pejabat, para pengusaha segera untuk dolarnya ditukar ke rupiah," kata dia pula.

 

Sebelumnya, bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menukarkan dolar miliknya sebesar 1.000 dolar AS, Kamis (6/9) kemarin, dengan mendatangi gerai penukaran mata uang atau Money Changer Dua Sisi di kawasan Plaza Senayan, Jakarta.

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas