Digagalkan Polda Riau, Upah Penyelundup Bawang Merah Asal Malaysia Rp 6 Juta Sekali Antar

Dibaca: 16500 kali  Rabu, 05 September 2018 | 14:38:08 WIB
Digagalkan Polda Riau, Upah Penyelundup Bawang Merah Asal Malaysia Rp 6 Juta Sekali Antar
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : Sebuah kapal motor kayu tujuan Kabupaten Bengkalis diamankan Direktorat Polair Polda Riau, pada Jumat 31 Agustus 2018 lalu. Kapal ini membawa sebanyak kurang lebih 9 ton bawang merah ilegal asal Malaysia.

Selain barang bukti bawang merah ilegal ini, aparat juga mengamankan 1 orang pelakunya sebagai nahkoda kapal motor berinisial ZR. Bawang disembunyikan dalam kapal motor yang ditutupi terpal.

"Saat diamankan, nahkoda kapal motor yang membawa bawang merah ini tidak dapat menunjukkan dokumen sah," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto kepada halloriau.com, Rabu (5/9/2018) siang saat ekspos.

Pengungkapan ini berawal ketika Polair Polda Riau melakukan patroli rutin diperairan Kuala Sungai Kembung, Kecamatan Banten, Kabupaten Bengkalis. Aksi pengejaran pun berlangsung, sesaat akan diamankan.

Dari hasil pemeriksaan aparat sementara, bawang merah ini diduga barang Impor dari Batu Pahat Malaysia. Nantinya bawang merah ini akan diselundupkan ke Bengkalis.

"Asal bawang merah yang tidak dilengkapi dokumen yang sah ini, diduga barang impor dari Malaysia," sebut Sunarto yang didampingi Wadir Polair AKBP Soeprapto dan Kasubdit Gakkum AKBP Hicca A Siregar.

Lebih lanjut, Sunarto menyebutkan upah yang diterima dari pelaku ini sekitaran Rp6 juta. Setelah sampai di tujuan, pelaku baru mendapatkan upah mengantar barang ilegal ini.

"Pelaku juga belum menerima upayanya yang Rp6 juta tersebut. Namun jika sampai baru dikasih ulahnya oleh seseorang yang diduga menyuruh mengantarkan bawang. Ini kali ke 3 nya melakukan hal yang sama," tutur Sunarto.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dijerat dengan Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 5 UUD 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, ikan dan tumbuhan bisa dijerat paling lama 3 tahun dan denda Rp150 juta. (hrc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas