Rupiah Anjlok, Jokowi: Ini Faktor Eksternal

Dibaca: 9829 kali  Rabu, 05 September 2018 | 11:31:43 WIB
Rupiah Anjlok, Jokowi: Ini Faktor Eksternal
Ket Foto :

JAKARTA -- riautribune : Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pelemahan kurs rupiah yang terjadi saat ini tak terlepas dari faktor eksternal. Mulai dari kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS dan Cina, serta krisis ekonomi yang terjadi di Turki dan Argentina. Menurut Jokowi, pelemahan mata uang ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara lainnya.

 

"Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di AS, baik yang berkaitan dengan perang dagang AS dan Cina, baik yang berkaitan dengan krisis di Turki dan Argentina," ujar Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9).

 

Karena itu, Jokowi menekankan, pemerintah harus bersikap waspada dan berhati-hati terhadap dampak perekonomian dari negara lain. Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah akan terus berkoordinasi baik di sektor fiskal, moneter, industri, dan dengan para pelaku usaha. "Saya kira koordinasi yang kuat ini menjadi kunci sehingga jalannya itu segaris semuanya," katanya.

 

Ia menyampaikan kunci utama untuk mengatasi kondisi ekonomi saat ini yakni peningkatan investasi dan juga peningkatan volume ekspor. Sehingga masalah defisit transaksi berjalan pun juga dapat diselesaikan. Ia pun menargetkan para menterinya untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan dalam waktu satu tahun."Kalau ini selesai, itu akan menyelesaikan semuanya," tambahnya.

 

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan, salah satu cara untuk mengurangi impor yakni dengan mengimplementasikan kebijakan biodiesel 20 (B20). Langkah ini dinilainya akan mengurangi impor minyak hingga 5-6 miliar dollar AS. "Kemudian kalau CPO kita pakai sendiri untuk B-20 maka suplai ke pasar turun, sehingga kami harapkan harga CPO juga naik. Ini sudah merangkak naik," jelasnya.

 

Selain pengurangan impor minyak, Presiden juga menekankan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) perlu ditingkatkan. Ia pun meminta baik perusahaan BUMN maupun swasta agar memperhatikan penggunaan TKDN. "Kalau kita bisa pakai semuanya komponen dalam negeri akan ada penghematan 2-3 miliar dollar AS," kata Jokowi.(rep)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas