Ribuan Warga Menyemuti LAMR,Sandi Diarak Pakai Kompang

Sejumlah Pengurus LAMR Dampingi Sandiaga

Dibaca: 24783 kali  Selasa, 04 September 2018 | 18:03:13 WIB
Sejumlah Pengurus LAMR Dampingi Sandiaga
Ket Foto : Pengurus LAM Riau Eddy Mohammad Yatim Berfoto dengan Sandiaga

PEKANBARU-riautribune: Dari pantauan riautribune,Ribuan warga dan tamu undangan sudah menanti kehadiran Sandiaga Salahuddin Uno untuk melaksanakan proses tepuk tepung tawar di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Selasa (4/9) sore

Warga khusus kaum hawa atau emak-emak teriak histeris saat melihat Sandiaga Uno diarak dengan kompang memasuki halaman Balai Adat LAMR Riau. Setelah berada di halaman, Sandiaga Uno disambut pencak silat. Petugas pun kewalahan melakukan pengamanan terhadap Sandiaga yang terus didekati para emak-emak untuk berfoto selfie.

"Sandi Uno, Sandi Uno," teriak tamu undangan kepada Sandiaga Uno sambil mengabadikan moment tersebut. Sandiaga Uno terlihat mengenakan pakaian Melayu Cekak Musang warna merah marun lengkap dengan tanjak keemasan. Sandi diarak layaknya pangeran yang akan naik ke pelaminan.

Dengan menggunakan baju Melayu Cekak Musang berwarna merah marun, Sandiaga Uno tampak terlihat gagah dan berwibawa.Ditambah lagi dengan balutan Selempang berwarna kuning emas, menambah kharisma mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini. Tak hanya itu, tanjak berwarna senada dengan baju yang dipakai di kepalanya, semakin memancarkan ketampanan seorang Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno diarak dari luar gerbang Balai Adat LAMR. Sandiaga Uno didampingi oleh Tengku Zulmizan Assagaff, Eddy Mohammad Yatim, yang juga seorang dewan pengarah di kepanitiaan yang dibentuk oleh LAM Riau.(RLS)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas