26 Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Emas Ilegal, 7 Orang Dipastikan Tewas

Dibaca: 16641 kali  Selasa, 04 September 2018 | 11:31:33 WIB
26 Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Emas Ilegal, 7 Orang Dipastikan Tewas
Ket Foto : Lokasi tertimbunnya tujuh pekerja (foto Okz)

MERANGIN - Memasuki hari kedua tertimbunya pekerja tambang emas ilegal model lubang jarum, di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarab kabupaten Merangin, Jambi puluhan tim gabungan Basarnas, BPBD Merangin, Sar Brimob, TNI, Polri diterjunkan untuk melakukan pencarian korban. Namun dalam pencarian korban, tim masih terkendala dengan kurangnya alat untuk mengevakuasi korban. Ditambah dengan masih banyaknya air mengenangi lubang tambang yang kedalamannya mencapai 70 meter lebih dari permukaan tanah. 

 

Untuk menyedot air di dalam lubang, masyarakat setempat dan tim gabungan hanya menggunakan satu mesin penyedot air dan jika tidak di tambah air di dalam lubang tidak akan berkurang.

 

Dari data yang di dapat pihak kepolisian untuk seluruh pekerja tambang yang ada saat kejadian berjumlah 26 orang di mana saat itu seluruh pekerja terbagi dari tiga rute. Di mana struktur tambang 48 meter vertikal dari dasar tanah, dan horizontal ke kiri sepanjang 70 meter horizontal ke kanan sepanjang 30 meter ke pinggir sungai.

 

Untuk di lokasi vertikal di sana ada 10 pekerja tambang yang sedang bekerja horizontal ke kiri sepuluh pekerja horizontal ke kanan 6 pekerja dan di vertikal pihak kepolisian baru bisa mendata 2 nama yaitu Rizal dan Siwak.

 

Kedua orang tersebut adalah warga Kecamatan Sungai Manau. Untuk Horizontal ke kiri pihak kepolisian hanya mendapat lima nama dari 10 pekerja yaitu Ipin, Mamat, Maman, Ido, dan Kumis. Horizontal ke kanan,pihak kepolisian mendapatkan seluruh nama pekerja yaitu, Nosrival, Herman, Gofur, Ompong, Mali dan Hengki.

 

Dari keseluruhan nama-nama tersebut, pihak kepolisian hanya bisa mengatakan ada 7 orang yang dinyatakan meninggal dunia di dalam lubang jarum untuk selebihnya belum bisa dipastikan kondisinya di lokasi tambang. Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Sungai Manau Iptu Nixon menjelaskan, jika saat ini tim gabungan sedang berupaya untuk mengevakuasi para penambang dari dalam lubang.

 

“Hingga saat ini belum ada tanda-tanda jika korban bisa di evakuasi dari dalam lubang,sebab informasi air yang masuk ke dalam lubang adalah air yang berasal dari Sungai Batang Merangin,” jelas Iptu Nixon, Selasa (4/9/2018). Kapolsek juga mengatakan, untuk korban jiwa dirinya belum bisa memastikan berapa banyak jumlahnya. Namun, pada saat kejadian ada 26 pekerja tambang yang bekerja saat itu.

 

“Jika yang 7 nama pada pertama kali diumumkan, itu sudah kita pastikan sudah meninggal di dalam lubang dan yang selebihnya kita belum bisa pastikan. Sebab kita tidak bisa melakukan evakuasi,” tutupnya.(okz)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas