Advertorial

Puncak Peringatan HKG PKK ke-46 Inhil

Dibaca: 10852 kali  Ahad, 02 September 2018 | 09:31:56 WIB

Riautribune - Tembilahan: Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-46 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Tahun 2018 berlangsung meriah. Acara ini disejalankan dengan Peringatan Hari KeLuarga Nasional (Harganas) Ke-XXV Kabupaten Inhil Tahun 2018.

Jambore Kader PKK yang merupakan rangkaian kegiatan HKG ini ditutup secara resmi oleh Bupati Inhil Drs HM Wardan MP, Sabtu (1/9). Tema central yang diangkat pada Peringatan HKG tahun ini ialah, "Melalui Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-46 Tahun 2018 Mari Kita Tingkatkan Kerukunan dalam Keluarga dan Linglingan untuk Mewujudkan Indonesia Damai." Sedangkan Tema Harganas ialah, "Hari Keluarga, Hari Kita Semua."

 

Bertempat di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, acara dihadiri Unsur Forkopimda Inhil, Sekda Inhil H Said Syarifuddin SE MP MSn, Ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan SSos ME, Ketua DWP Inhil Hj Syarifah Rohana Said Syarifuddin, sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Camat se-Inhil, Ketua TP-PKK Kecamatan se-Inhil beserta anggota, peserta jambore, siswa-siswi genre, dan para tamu undangan lainnya.

 

Kedatangan Bupati dan rombongan disambut dengan tabuhan drumben dari murid TK Pertiwi 1 Tembilahan, dilanjutkan dengan peninjauan stand bazar.

 

Tujuan dilaksanakannya Peringatan HKG ini ialah untuk memasyarakatkan gerakan PKK sebagai gerakan yang dikelola dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat yang sudah dilaksanakan dan bermanfaat bagi masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Hj Rita Maria Darussalam.

 

Selain itu, HKG ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman segenap jajaran TP-PKK, masyarakat, dan seluruh komponen bangsa tentang keberadaan, program, dan kegiatan dalam rangka memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta meningkatkan motivasi dan kesadaran anggota TP-PKK serta masyarakat agar lebih tahu, mau, dan mampu melaksanakan berbagai program PKK.

 

Acara diisi dengan penampilan paduan suara pengurus PKK dari grup Golden Age, pesan dan kesan dari peserta jambore yang diwakili oleh Ketua TP-PKK Kecamatan Tanah Merah, kabaret dari SMAN I Tembilahan Hulu, Mars Genre oleh kelompok PIK Remaja Inhil, pendistribusian zakat dari Baznas Inhil, dan penyerahan hadiah lomba pada jambore.

 

Sebagai bentuk syukur, peringatan HKG ini dirayakan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua TP-PKK Inhil. Sebelumnya Ketua TP-PKK Inhil meresmikan stand bazar di halaman gedung yang ditandai dengan pemotongan pita.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua TP-PKK Inhil menyampaikan sambutan sambutan dari Ketua TP-PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.

 

"Keluarga dan lingkungan harus menjadi benteng utama dan pertama untuk menciptakan kondisi aman, nyaman, tenteram, dan damai," kata Zulaikhah.  

 

Terkait tema peringatan HKG tahun ini, Zulaikhah menyebutkan bahwa PKK harus saling bahu-membahu dengan segenap komponen masyarakat untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh keluarga bahwa kondisi aman, nyaman, damai di negara Indonesia dimulai dari keluarga.

 

"Saat ini berbagai informasi dapat dengan mudah masuk dalam keluarga. Informasi yang tidak benar yang masuk dalam keluarga akan dapat menimbulkan konflik komunal dan bahkan sosial. Apabila sudah timbul konflik dampaknya adalah hilangnya rasa aman, nyaman, tenteram dan damai di lingkungan masyarakat. Untuk itu keluarga berperan penting sebagai benteng utama dan pertama bagi ketahanan keluarga," papar wanita yang akrab disapa Ikha ini.

  

Ketahanan keluarga yang diharapkan, imbuhnya, adalah setiap keluarga memiliki kemampuan dan kemauan secara kolektif dalam memilih mana yang baik dan mana yang buruk. (Mal/Humas)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas