Penarikan Mobil Dinas Eks Pejabat Terkendala Dana, ini Penjelasan Kasatpol PP Riau,

Dibaca: 21138 kali  Sabtu, 01 September 2018 | 11:34:42 WIB
Penarikan Mobil Dinas Eks Pejabat Terkendala Dana, ini Penjelasan Kasatpol PP Riau,
Ket Foto :

PEKANBARU - Penarikan mobil dinas yang dikuasai oleh eks pejabat Pemprov Riau terkendala masalah dana. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Riau, Zainal Z mengatakan, masalah dana selama ini memang menjadi kendala bagi pihaknya untuk melakukan eksekusi Mobil Dinas terutama jika harus ke luar kota.

"Kalau di Pekanbaru saja masih enak lah kita. Kalau sudah di luar kota bagaimana. Jujur kami memang kesulitan. Kan kami tak punya dana untuk itu," katanya, Sabtu, 1 September 2018 di Pekanbaru. Biasanya, kata Zainal pihaknya akan lakukan pendekatan kepasa instansi yang meminta kepada Satpol PP untuk melakukan eksekusi. 
 
Selain itu dia menambahkan, penarikan mobil dinas dari tangan eks pejabat baru bisa dilakukan jika asa surat permohonan dari pihak yang bersangkutan.

"Kalau jumlah yang sudah ditarik dan yang belum ditarik saya tidai tahu angka pastinya. Tapi data itu ada di BPKAD," sambungnya. "Memang selama 2018 ini belim ada eksekusi, baru sebatas melakukan pendekatan saja. Biasanya memang begitu, kasih waktu dulu," kata Zainal. (bpc)
Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas