Prabowo-Sandi Bisa Menang Jika Tiru Cara Kampanye 'Santun' SBY

Dibaca: 20344 kali  Jumat, 31 Agustus 2018 | 10:39:35 WIB
Prabowo-Sandi Bisa Menang Jika Tiru Cara Kampanye 'Santun' SBY
Ket Foto :

Jakarta -Riautribune:Rata-rata masyarakat Jawa sebetulnya suka figur yang tidak meledak-ledak. "Pak SBY pernah bilang di bukunya 'Selalu Ada Pilihan' bahwa capres boleh tampil sedikit ambisius tapi terlalu kasar dan menyerang lawan akan membuat sikap rakyat antipati," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Bintang Mercy Indonesia, Farhan Effendy melalui pers rilisnya, Jumat (31/8).

 

Menurut dia, SBY terpilih dua periode karena menjalankan politik sejuk. Dan, masih banyak kesempatan waktu bagi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tampil semenarik mungkin di Pilpres.

 

Farhan mengingatkan, masyarakat, khususnya di Jawa, memerlukan kampanye yang menarik, ringan, visi misi jelas serta jauh dari persekusi, penistaan agama dan pemakaian kekuasaan besar-besaran.

 

"Kampanye yang menarik dan mengena ke rakyat sudah menjadi kebijakan umum kader Demokrat dalam meyakinkan rakyat. Dan itu sebabnya Demokrat selalu masuk lima besar partai pemenang Pemilu sejak 2004, karena rakyat suka figur yang tidak ambisius, tidak obral janji tapi memberi bukti," terangnya.

 

Ia percaya seluruh gerakan yang timbul karena rakyat dan didukung rakyat akan terus membesar walau dipersekusi seperti apapun. Terbukti, kampanye santun SBY membuahkan hasil, meski di awal kemunculan dipersekusi oleh kekuasaaan.

 

Bahkan dengan sedikit dana, akhirnya gelombang rakyatlah di 2004 membawa Partai Demokrat dan SBY berjaya. "Sekali lagi rakyat membuktikan kekuatannya, ketika kita mampu berkampanye dengan simpatik," imbuhnya. [rml]

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas