GMMK Minta Kabinda Riau Dicopot

Dibaca: 19966 kali  Selasa, 28 Agustus 2018 | 16:10:26 WIB
GMMK Minta Kabinda Riau Dicopot
Ket Foto :

Pekanbaru -Riautribune:Kejadian persekusi dan pemulangan secara paksa Neno Warisman yang sedianya hadir di Deklarasi 2019 ganti Presiden di Pekanbaru menurut Ketua Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau Yana Mulyana, Selasa (28/8/18) sangat memalukan marwah masyarakat Riau.

 

Menurutnya, Neno Warisman itu datang ke Pekanbaru karena diundang oleh panitia deklarasi guna menghadiri Deklarasi 2019 Ganti Presiden. Bukan hadir untuk melakukan pelanggaran hukum atau terkait dengan pelanggaran hukum.

 

"Terkait dengan itu, kita meminta kepada pihak yang berwenang untuk menangkap orang-orang yang melakukan persekusi yang kita yakini bukan masyarakat Riau," kata Nana.

 

Sementara itu, pengacara GMMK Riau Bambang Rumnan menyatakan bahwa secara kronologis, ada beberapa pelanggaran yang melibatkan pihak preman dan Kabinda Riau.

 

"Kami meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan menangkap pihak-pihak yang melakukan persekusi. Kami juga menyatakan agar pemerintah mencopot Kabinda Riau yang sempat secara kasar memperlakukan Neno Warisman dan rombongannya," terangnya.*(rtc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas