Hanya 13,7 Persen dari 1,9 Juta Anak Riau yang Mau Diimunisasi MR

Dibaca: 14186 kali  Selasa, 28 Agustus 2018 | 16:03:13 WIB
Hanya 13,7 Persen dari 1,9 Juta Anak Riau yang Mau Diimunisasi MR
Ket Foto :

Pekanbaru -Riautribune:Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mencatat sampai tanggal 27 Agustus 2018 kemarin, capaian imunisasi Measless dan Rubelle (MR) di Riau baru mencapai angka 13,7 persen dari target 1,9 juta anak.

 

Kepala Diskes Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, bahwa program imunisasi MR di Riau tetap berjalan sebagaimana mestinya. Di mana, kampanye MR ini berpedoman pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institute of India) untuk Imunisasi.

 

Disamping itu, Diskes Riau juga berpatokan pada surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018.

 

"Itu tetap berjalan, dan sudah dirapatkan di pusat dengan Menteri Kesehatan dan Sekertaris MUI Pusat. Di Riau tercapai 13,7 persen dari target 1.955.658 anak," kata Mimi di Pekanbaru, Selasa (28/8/2018).

 

Sejauh ini, lanjut Mimi, kabupaten/kota di Riau masih terus melakukan imunisasi hingga akhir September nanti. Hal itu diyakini Mimi karena dinasnya hingga saat ini belum ada menerima penolakan yang berupa surat tertulis resmi dari pemerintah daerah.

 

"Mungkin ada yang secara lisan mengatakan ke media bahwa mereka menolak imunisasi MR, tapi tidak ada yang melayangkan surat tertulis resmi ke provinsi," tuturnya. (grc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas