Era SBY Disebut Batasi Kebebasan, Ini Reaksi Demokrat

Dibaca: 15297 kali  Selasa, 28 Agustus 2018 | 11:22:36 WIB
Era SBY Disebut Batasi Kebebasan, Ini Reaksi Demokrat
Ket Foto :

Jakarta - Riautribune:Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari, bereaksi atas kabar yang menyatakan era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membatasi kebebasan berekspresi.

"Saat SBY memerintah tidak ada kebebasan berpendapat yang dibelenggu," kata Imelda dalam keterangan tertulis, Selasa (28/8/2018). Ia mengatakan, SBY tidak pernah mempermasalahkan kritik yang disampaikan oleh masyarakat sepanjang memenuhi koridor hukum.

"Demonstrasi zaman SBY tidak masalah. Ingatkah dulu September 2014 ada tagar #shameonyouSBY. Atas tagar tersebut sama sekali tidak ada tindakan represif," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua DPP Nasdem Suryani menilai sikap pemerintahan Jokowi lebih bijak dibandingkan masa Presiden SBY dalam menghadapi aksi serupa yang dilakukan Neno Warisman.

"Neno dan kawan kawan beruntung, Pak Jokowi sangat baik dan bijak. Jika di zaman SBY pasti sudah ditangkap," katanya dalam pesan singkat, Senin, 27 Agustus 2018.

Faktanya sebaliknya, Imelda menilai rezim Jokowi-lah yang telah meneror warga negara yang ingin menggunakan kebebasan berpendapat.

"Uni Irma ini telah membuat pernyataan keliru yang bunyinya kalau di masa SBY akan ditangkap," kata dia.(l6c)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas