Lagi Polda Riau Di Demo

Dibaca: 20003 kali  Senin, 27 Agustus 2018 | 12:26:14 WIB
Lagi Polda Riau Di Demo
Ket Foto : Puluhan massa mahasiswa datangi Polda Riau

PEKANBARU-riautribune: Mapolda Riau kembali didatangi sejumlah massa, ratusan orang yang didominasi oleh mahasiswa ini berasal dari Rohil.Sekitar pukul 10.00 pagi, Senin (27/8/2018), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pejuang Rakyat Riau (MPRR) melakukan aksi unjukrasa di depan Mapolda Riau. Demonstran ini menuntut tersangka pelaku penggelapan dana koperasi perkebunan sawit di Pujud, Rokan Hilir untuk ditangkap.

Demonstran meminta agar tersangka, SR yang diduga melakukan menggelapkan dana koperasi sebesar Rp298 miliar untuk ditahan. Pasalnya dalam proses penyidikan Polda, kasus tersebut diberikan SP3 sehingga menimbulkan kekecawaan masyarakat.

"Kita ingin menuntut keadilan seluruh masyarakat di mata hukum," kata Korlap Aksi, Daniel Saragi .

Pendemo meminta agar penegak hukum agar bisa tegas terhadap seluruh warga negara di Indonesia. Mereka menuntut supaya hukum tidak hanya tegas ke masyarakat kecil, namun lemah kepada orang yang memiliki kekuasaan.

Masa menuntut agar Polda Riau menangkap dan melanjutkan proses hukum terhadap tersangka SR yang merugikan masyarakat Pujud. Massa pun juga menggunakan separuh badan jalan untuk menyampaikan aspirasinya sehingga menimbulkan kemacetan.

"Kita ingin aspirasi kita didengar. Kita ingin penegak hukum peduli ke masyarakat kecil," ujar orator aksi. 

Saat ini, massa masih bertahan di depan Mapolda Riau untuk bisa bertemu dengan Kapolda Riau.(rls)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas