Pemerintah Mulai Resah,

Pendukung #2019GantiPresiden Dibenturkan Gerombolan Anarkis

Dibaca: 14395 kali  Senin, 27 Agustus 2018 | 11:47:12 WIB
Pendukung #2019GantiPresiden Dibenturkan Gerombolan Anarkis
Ket Foto : ilustrasi internet
JAKARTA - riautribune : Gerakan #2019GantiPresiden yang telah dideklarasikan di beberapa tempat mulai membuat resah calon presiden (capres) petahana Joko Widodo.Aktivis #2019GantiPresiden Ahmad Dhani menyebut bahwa kini pemerintah menggunakan ide untuk membenturkan gerakan ini dengan massa anarkis. Pembenturan itu dilakukan dengan ditambah pembiaran dari aparat keamanan.


“Kemudian melakukan framing berita mainstream, seolah gerombolan anarkis tersebut adalah masyarakat yang menolak,” ujarnya dalam sebuah tulisan yang beredar di WhatsApp Group, Senin (27/8).

Semua itu, sambungnya, sebagaimana telah dialami dirinya yang dihadang di Surabaya dan inisiator #2019GantiPresiden Neno Warisman di Pekanbaru. “Akhirnya saya mengalami semua itu, bukan cuma cerita dari Neno Warisman,” jelasnya.

Dia kemudian menjelaskan kronologi penghadangan tersebut. Kata Dhani, mobil komando yang disiapkan untuk menjemput dirinya telah dihadang oleh aparat. Sementara mobil milik demonstran penolak dirinya dibiarkan berada di depan hotel. Sehingga dia tidak bisa keluar dari hotel.

“Dan mereka berorasi di jalanan Car Free Day tanpa ada gangguan aparat. Curang, licik, dan culas,” sambung pentolan grup band Dewa 19. Setelah deklarasi #2019GantiPresiden, baru mobil komando di depan hotel pergi dengan sendirinya. Aksi ini, sambung Dhani, telah diliput oleh timnya selama 2 jam.

“Sebagai sebuah operasi, ini adalah operasi yang sukses menggagalkan puluhan ribu massa yang datang dari seluruh penjuru Jawa Timur. Sukses juga sebagai negara demokrasi kriminal, aparat cuma sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan,” tukasnya. (rmol)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas