Buntut Penyandraan Hj Neno Warisman

Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI minta Kapolda Riau Widodo Dicopot

Dibaca: 20555 kali  Ahad, 26 Agustus 2018 | 10:36:45 WIB
Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI minta Kapolda Riau Widodo Dicopot
Ket Foto : Massa Tak dikenal mengepung SSK II Pekanbaru

PEKANBARU-riautribune: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta Kapolda Riau Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo dicopot dari jabatannya terkait aksi pengadangan yang dilakukan oleh sejumlah massa di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, terhadap salah satu aktivis #2019GantiPresiden yakni Neno Warisman, kemarin di bandara SSK II yang berakibat dipulangkannya Sang deklarator.

 "Sebaiknya Kapolda Riau dicopot," kata Fadli di akun media sosial Twitternya, kemarin. Bahkan Video unggahan Fahri di Medsos pun mendapat ragam dukungan masyarakat Riau
  Fadli menilai pihak kepolisian sebagai penegak hukum harus memberikan perlindungan kepada setiap warga negara dalam upaya menyampaikan kebebasan berpendapat.
 "Aparat harusnya memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada siapa pun terhadap gerakan ini. KPU dan Bawaslu sudah sampaikan bahwa gerakan #2019GantiPresiden itu bukan kampanye," tegas Fadli. 
  Fadli menilai, pengadangan yang dilakukan massa terhadap Neno Warisman merupakan pelanggaran. Sebab penyampaian pendapat di muka umum sudah dijamin dalam Undang-undang.
 "Mereka bermaksud untuk deklarasikan gerakan #2019GantiPresiden di Riau, sehabis mendarat kemudian ada yang adang. Upaya ini (pengadangan) melanggar HAM dan hak yang ada di konstitusi, enggak boleh ada yang melarang kebebasan berpendapat baik secara lisan maupun tertulis karena ini dijamin oleh UU," tutup Fadli. 
  Sebelumnya Neno sekitar pukul 16.00 WIB diadang oleh sejumlah massa di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau. Rencananya ia akan menghadiri acara gerakan #2019GantiPresiden di Pekanbaru.
  Neno menuturkan saat turun dari pesawat dia mengaku diarahkan untuk masuk ke sebuah ruangan oleh petugas. "Tapi saya tidak mau," kata Neno.
Neno menegaskan, mobil sudah menunggunya di depan bandara. "Saya dihalangi terus tapi saya minta agar saya diizinkan keluar bandara. Lalu di jalan keluar bandara diadang-adang," jelas dia.
 Drama penyanderaan Neno Warisman di bandara SSK II terjadi hampir selama 7 jam.(jnk)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas