Usai Sertijab Kapolda Riau Himbau Deklarasi #2019GantiPresiden Dibatalkan

Dibaca: 18223 kali  Jumat, 24 Agustus 2018 | 12:55:22 WIB
Usai Sertijab Kapolda Riau Himbau Deklarasi #2019GantiPresiden Dibatalkan
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : Usai menajalani prosesi serah-terima jabatan sebagai Kapolda Riau, Makobrimob Pekanbaru, Jum'at (24/08/18), Brigjen Widodo Eko Prihastopo menegaskan terkait tidak keluarnya ziin deklarasi #2019gantipresiden yang rencananya akan digelar 26 agustus 2018 nanti. Dengan demikian secara tidak langsung Kapolda Riau tidak memberikan izin terkait gekaran tersebut.

Meskipun tidak memberikan izin kegiatan, namun Polda akan tetap mengerahkan aparat untuk melakukan antisipasi pengamanan jika kegiatan tersebut tetap berlangsung.

"Kita akan antisipasi gelaran deklarasi #2019gantipresiden yang rencana akan di gelar di Patung Pahlawan Diponegoro Pekanbaru, Minggu nanti," katanya kepada wartawan.

 Mengingat adanya potensi kerawanan sosial dan keamanan, Kapolda Riau juga mengharapkan agar aksi yang akan dihadiri oleh Neno Warisman tersebut dibatalkan oleh Panitia. Menurutnya, gelaran tersebut tidak memiliki manfaat yang positif.

"Saya tegaskan batalkan itu, Gak ada manfaatnya justru malah banyak mudaratnya,"tegasnya.

Terkait pertimbangan penangananya, Kapolda Riau akan lakukan strategi penanganan dan bagaimana penerapan. Tentu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait. "Pertimbangan nanti kita akan atur strategi yang saya rasa tidak perlu diuangkapkan saat ini," singkatnya.***(rtc)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas