Fadli Zon dan Fahri Hamzah Bertemu Ma'ruf Amin di Makkah, Apa yang Dibahas?

Dibaca: 18621 kali  Jumat, 24 Agustus 2018 | 08:55:35 WIB
Fadli Zon dan Fahri Hamzah Bertemu Ma'ruf Amin di Makkah, Apa yang Dibahas?
Ket Foto :

JAKARTA - riautribune : Dua Wakil Ketua DPR RI yakni, Fadli Zon dan Fahri Hamzah bertemu dengan bakal calon wakil presiden, KH Ma'ruf Amin di Mina, Mekkah, Arab Saudi, pada Rabu, 22 Agustus 2018, kemarin. Lantas, apa saja yang dibahas antara ketiga tokoh tersebut di Mekkah?

 

‎‎Wakil Ketua Tim Pengawasan Haji II DPR asal Gerindra, Sodik Mudjahid membenarkan adanya pertemuan antara Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan KH Ma'ruf Amin di Makkah. Kata Sodik, Fadli dan Fahri hadir di tanah suci bukan sengaja untuk menemui KH Ma'ruf Amin.

 

 

Menurut Sodik, Fadli dan Fahri datang ke Makkah untuk menjalankan tugasnya sebagai pimpinan tim pengawasan haji‎ DPR RI. Namun tak diduga, pertemuan sendiri terjadi di tenda-tenda penampungan jamaah haji asal Indonesi di Mina."Pertemuan berlangsung di Mina ketika semua jamaah haji sedang mabbit (bermalam) di tenda tenda di Mina," ungkap Sodik, Jumat (24/8/2018).

 

Sodik menyatakan, dalam pertemuan antara Fadli, Fahri, dan KH Makruf Amin tidak ada pembahasan Pilpres 2019. Mereka hanya membahas beberapa permasalahan dan kekurangan dalam pelaksanaan haji. "Sesama tokoh bangsa Indonesia mereka berbicara beberapa hal terutama perbaikan peningkatan manajemen dan pelayanan haji yang tiap tahun masih selalu ada masalah," terangnya.

 

Sodik menjelaskan, persahabatan antara Fadli, Fahri, dan KH Ma'ruf Amin sebenarnya sudah terjalin lama. Sehingga, tidak ada yang aneh saat ketiganya bertemu di Makkah. "Persahabatan FZ dengan MA dan FH sudah lama berlangsung sebagai sesama aktivis ummat dan pernah sama sama di DPR dan MPR," pungkasnya.‎(okz)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas