Sopir Mobil Berstiker 'TNI' yang Pukul Remaja di Tol Dipolisikan

Dibaca: 12106 kali  Kamis, 23 Agustus 2018 | 11:18:32 WIB
Sopir Mobil Berstiker 'TNI' yang Pukul Remaja di Tol Dipolisikan
Ket Foto :

Jakarta - Riautribune:Pihak keluarga melaporkan insiden pemukulan terhadap Rayhan Achmad (14) di tol oleh seorang sopir mobil yang berstriker 'TNI'. Keluarga berharap kasus ini segera diproses. "Oh kita udah, ke Polda langsung memang (laporan), Polda Metro yang di Semanggi," kata kakak Rayhan, Reza Achmad, saat dihubungi, Kamis (23/8/2018).

Reza lantas menceritakan awal mula peristiwa pemukulan itu terjadi. Reza awalnya naik mobil bersama ketiga orang keluarganya yaitu, ibunya, adiknya dan Rayhan. Saat melintas di Tol Cibubur arah Jakarta, mobil yang berada di depan mobil Reza ngerem mendadak. Reza pun terkena imbas dan ngerem mendadak juga.

"Otomatis saya ngerem juga kan namanya orang ngerem, yang di belakang juga kan ikut kena juga imbasnya," ujar dia. Mobil yang berada di belakang Reza adalah mobil pelaku yang memukul adiknya. Mobil berstiker 'TNI' itu pun ikut ngerem mendadak.

"Mobil yang di belakang saya itu mobil Captiva itu yang jadi pelaku pemukulan adik saya," tuturnya. Setelah itu, sopir mobil berstiker 'TNI' itersebut menyalip mobil Reza.

Dia juga membuka jendela dan membeli isyarat kepada Reza. Reza memilih untuk tak meladeni sikap dari pengendara mobil tersebut. Namun mobil berstriker 'TNI" itu terus mepet ke arah mobil Reza.

"Kita sama orang tua, kita harus jaga. Maksudnya orang tua sudah ngarahain jangan diladenin, ya nggak diladenin, tapi saya kasih isyarat tangan, saya kasih isyarat tangan, saya nggak buka jendela sama sekali.

Nah saat itu dia pepet mobil kita ke kanan sampai mobil kita ke separator jalan sebelah kanan, setelah itu saya ngerem, berharap dia jalan duluan, ya udah kita lihat, dia jalan duluan, kita jalan lagi sampai ke hampir gerbang tol Cililitan," imbuh dia.

Singkat cerita, Reza pun melaju ke gerbang pintu Tol Cililitan. Dia berpikir mobil tersebut sudah tak mengikutinya. Namun pelaku terus mengejar mobil yang dikendalikan Reza.

Sekitar 100 meter dari pintu Tol Cililitan, pelaku datang tiba-tiba dari lajur kiri. Dia ngeblok mobil Reza dari tengah ke kanan. "Itu di situ kita juga ngerem mendadak, semuanya dari mobil saya sampai mobil-mobil di belakang saya, karena dia benar-benar ngeberhentiin gitu dari jalur tengah ke kanan. Di situlah kejadiannya terjadi, dia turun, kita ngikutin perintah orang tua, kata ibu jangan ada yang turun," ujar dia.

Pada saat itu lah pelaku datang ke arah Reza dan mencekik lehernya. Ibu dan adik Reza bernama Rayhan yang duduk di belakang pun turun untuk melerai perselisihan itu.

Namun Rayhan justru dipukul yang menyebabkan hidungnya berdarah-darah. Setelah itu, pelaku langsung masuk mobil dan melarikan diri. "Di saat adik saya kena pukul berdarah-darah, kita fokus ke adik saya, nah orang-orang di tol sekitar juga ngasih tisu, ngasih obat ke adik saya, yaudah orangnya langsung masuk mobil," ujar Reza.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono masih mengecek laporan dari pihak keluarga Rayhan. "Sedang dicek apakah sudah lapor, belum," ujarnya.{dnc}

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas