UR Masuk Kategori Perguruan Tinggi Berengking Nasional

Dibaca: 12975 kali  Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:48:16 WIB

PEKANBARU-riautribune:Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Negeri (Kemenristekdikti) resmi mengumumkan urutan peringkat  perguruan tinggi non-vokasi di Indonesia tahun 2018. Perguruan tinggi tersebut terdiri dari universitas, institut, dan sekolah tinggi, sebagai sebuah bentuk peningkatan mutu

Pengumuman ini dikeluarkan secara resmi oleh Kemenristekdikti melalui situsweb resminya. Selain itu, Kemenristekdikti mengunggah hasil klasterisasi ini di akun resmi Instagram-nya, @ristekdikti. 

Klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti merupakan upaya untuk memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi, sehingga menjadi data yang dapat digunakan sebagai informasi valid. 

Sumber data klasterisasi perguruan tinggi 2018 terdiri dari tujuh sumber data, yakni Kinerja kemahasiswaan, Akreditasi internasional, Jumlah mahasiswa asing, Data kerja sama perguruan tinggi. Selanjutnya Kinerja riset, kinerja abdimas, kinerja inovasi, data dosen dan data mahasiswa, serta Akreditasi institusi dan program studi.

Selain itu, jumlah publikasi yang terindeks scopus juga digunakan sebagai sumber data klasterisasi.
Aspek dan indikator 

Aspek dan bobot setiap indikator dalam klasterisasi mencakup lima aspek utama, yakni 

1. Kualitas sumber daya manusia (25 persen). Pada aspek ini, beberapa indikator digunakan, yakni presentasi dosen berpendidikan S3 dengan bobot 0.45.  Persentasi dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar dengan bobot 0.45. Indikator persentasi dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar bobot 0.10 

2. Aspek kelembagaan (28 persen). Indikator yang digunakan dalam aspek ini terdiri dari, akreditasi institusi BAN PT dengan bobot 0.35. Akreditasi Program Studi BAN PT dengan bobot 0.50. Tak hanya itu, jumlah program studi terakreditasi internasional dengan bobot 0.05. Sementara jumlah mahasiswa asing memiliki bobot 0.05. Sementara, kerja sama perguruan tinggi dengan bobot 0.05. 

3. Aspek kemahasiswaan (12 persen). Satu indikator pada aspek ini, yakni kinerja mahasiswa dengan bobot 1.00. 

4. Aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (30 persen). Aspek ini terdiri dari beberapa indikator, di antaranya kinerja penelitian dengan bobot 0.50. Sedangkan, kinerja pengabdian kepada masyarakat memiliki bobot 0.30. Indikator lain yakni jumlah artikel ilmiah terindeks per jumlah dosen memiliki bobot 0.20. 

5. Aspek inovasi (5 persen). Indikator yang digunakan adalah kinerja inovasi dengan bobot 1.00. 

Berikut daftar 100 universitas klasterisasi perguruan tinggi di Indonesia: 
1. Institut Teknologi Bandung 
2. Universitas Gadjah Mada 
3. Institut Pertanian Bogor 
4. Universitas Indonesia 
5. Universitas Diponegoro 
6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember 
7. Universitas Airlangga 
8. Universitas Hasanuddin 
9. Universitas Padjajaran 
10. Universitas Andalas 

11. Universitas Negeri Yogyakarta 
12. Universitas Brawijaya 
13. Universitas Pendidikan Indonesia 
14. Universitas Negeri Malang 
15. Universitas Sumatera Utara 
16. Universitas Negeri Semarang 
17. Universitas Sebelas Maret 
18. Universitas Udayana 
19. Universitas Negeri Jakarta 
20. Universitas Negeri Makassar 

21. Universitas Lampung 
22. Universitas Jember 
23. Universitas Jenderal Soedirman 
24. Universitas Riau 
25. Universitas Negeri Medan 
26. Universitas Negeri Padang 
27. Universitas Negeri Surabaya 
28. Universitas Syiah Kuala 
29. Universitas Islam Indonesia 
30. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 

31. Universitas Sam Ratulangi 
32. Universitas Sriwijaya 
33. Universitas Telkom 
34. Universitas Atma Jaya Yogyakarta 
35. Universitas Katolik Parahyangan 
36. Universitas Muhammadiyah Malang 
37. Universitas Mataram 
38. Universitas Muhammadiyah Surakarta 
39. Universitas Katolik Soegijapranata 
40. Universitas Bina Nusantara 

41. Universitas Kristen Petra 
42. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 
43. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur 
44. Universitas Pendidikan Ganesha 
45. Universitas Surabaya 
46. Universitas Tadulako 
47. Universitas Negeri Gorontalo 
48. Universitas Bengkulu 
49. Universitas Sanata Darma 
50. Universitas Tarumanegara 

51. Universitas Tanjungpura 
52. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 
53. Universitas Halu Oleo 
54. Universitas Jambi 
55. Universitas Lambung Mangkurat 
56. Universitas Gunadarma 
57. Universitas Negeri Manado 
58. Universitas Ahmad Dahlan 
59. Universitas Pancasila 
60. Universitas Trisakti 

61. Universitas Pasundan 
62. Institut Seni Indonesia Depansar 
63. Universitas Warmadewa 
64. Universitas Muslim Indonesia 
65. Universitas Mulawarman 
66. Universitas Djuanda 
67. Universitas Kristen Satya Wacana 
68. Universitas Nasional 
69. Universitas Islam Malang 
70. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya 

71. Universitas Islam Bandung 
72. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 
73. Universitas Mercu Buana 
74. Universitas Kristen Duta Wacana 
75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara 
76. Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta 
77. Universitas Stikubank 
78. Universitas Islam Sultan Agung 
79. Institut Teknologi Malang 
80. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya 

81. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya 
82. Universitas Kristen Maranatha 
83. Institusi Seni Indonesia Yogyakarta 
84. Universitas Merdeka Malang 
85. Institut Seni Indonesia Padang Panjang 
86. Universitas Pelita Harapan 
87. Universitas Widya Gama 
88. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 
89. Universitas Nusa Cendana 
90. Universitas Bung Hatta 

91. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka 
92. Universitas PGRI Adi Buana 
93. Sekolah Tinggi Hukum Bandung 
94. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya 
95. Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti 
96. Universitas Dian Nuswantoro 
97. Universitas Palangka Raya 
98. Universitas Pendidikan Nasional 
99. Institut Sains dan Teknologi Akprind 
100. Universitas Slamet Riyadi
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas