Gubri Berikan Penghargaan Satya Lancana Karya Satya

Dibaca: 11219 kali  Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:43:23 WIB

PEKANBARU-riautribune: Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman sematkan tanda kehormatan berupa Satya Lancana Karya Satya kepada 300 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Rabu (15/8/18). 

ASN yang mendapatkan tanda kehormatan berupa Satya Lancana Karya Satya adalah mereka yang sudah melakukan pengabdian selama 10, 20 da 30 tahun. 

"Penganugerahan Satya Lencana bagian dari kualitas sumber daya manusia. ASN memiliki kontrubusi besar dalam melakukan pelayanan dan pembangunan masyarakat," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, di Gedung Daerah, Rabu (15/8/18) malam. 
Diantara 100 lebih ASN yang mendapatkan Satya Lancana Karya Satya 20 tahun ini, adalah Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Provinsi Riau Evarefita. 

Selain itu ada juga penghargaan diberikan kepada ASN masa pengabdian 30 tahun sebanyak 32 orang. Sedangkan untuk pengabdia 10 tahun sebanyak 150 orang lebih. 

Gubri berharap, merek yang sudah mendapatkan penghargaa tersebut, kiranya aka dapat terus memotivasi dirinya untu memberikan terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat. 

Selain itu, orang nomor satu di Riau ini juga meminta kepada setiap ASN agar terus menjunjung aturan. ASN yang baik dan benar serta berwibawa adalah ASN berkarakter. 

"ASN berkarakter ini tentunya akan menimbulkan profesional dengan didukung ASN yang memiliki pengetahuan. Upaya ini diperlukan satu komitmen yang kuat," ujar Gubri. 

Hadir pada kesempatan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Hijazi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ikhwan Ridwan serta para pejabat eselon II lainnya.(RLS)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.