Demo Gocar Berlangsung

Tarif Penumpang Gocar Melonjak, Sopir Taksi Ketiban Rejeki

Dibaca: 8206 kali  Senin, 13 Agustus 2018 | 13:42:01 WIB
Tarif Penumpang Gocar Melonjak, Sopir Taksi Ketiban Rejeki
Ket Foto :

PEKANBARU-riautribune: Ada fenomena unik dibalik demonya para sopir taksi online, perihalnya selain penumpang sulit mendapatkan unit pesanan, ongkos yang harus dikeluarkan oleh pelanggan pun jadi melejit. Hal ini akhirnya mendapatkan respon negatif oleh sejumlah konsumen Gocar.
  "Saya yang biasanya menempuh rute yang sama, biasa bayar rp13ribu, tadi kena sebesar Rp24 ribu. wah lumayan melejit tarifnya. Biasanya kondisi ini terjadi ketika hujan atau banjir. Saya ngak tahu clo hari ini ada aksi mogok kerja dan demo para driver Gocar,"Ucap Santi (34) kesal, Senin (13/8) di Kecamatan Tampan.
  Lain halnya dengan Razali, yang mengaku harus membayar tarif ekstra, karena sulitnya mendapatkan driver menuju kantor. "Kami tadi makan siang diluar kantor, yah kebetulan posisi di Panam, tidak tahu harus ini akan ada demo. Walhasil menunggu mobilnya datang saja 40 menit. Kemudian tarifnya jauh beda antara aplikasi dengan tagihan. Jika seperti ini, kita pun mulai meragukan pelayanan PT Gocar,"Ucap Rajali.
  Disisi lain, kondisi demo ini justru menimbulkan dampak positif bagi driver lainnya, sebut saja PT Blue Bird yang sudah ber gabung di aplikasi Go blue bird. Salah seorang drivernya mengaku dirinya baru saja menyelesaikan lima pesanan dalam waktu 1 jam, dengan ongkos yang lumayan besar.
  "Alhamdulilah bang, hari ini agak banyak. Yah bisa jadi karena demo, jadi unit taksi online yang beroperasional sedikit. Tadi saya dapat order Rp65 ribu, cuma penumpang bersikukuh harganya sesaui dengan aplikasi pemesanan. Cuma secara tenang kami memberikan penjelasan mengenai kondisi demonya para sopir. Akhirnya penumpang bisa memahami, dan membayar sesuai tagihan,"Ucap Raiman sopir blue bird Cabang Pekanbaru.
 Raiman memang mengaku sempat mendapat order fiktif, dan biasanya pemesan adalah tim dari driver Go car.
  "Istilah ditembak penumpang pesanan, tapi orangnya tidak ada. Kami terlpon ternyata sopir taksi online. Saya sudah berikan penjelasan bahwa memang ini agenda demonya para taksi onlone. sementara kami yang bekerja dari perusahaan ini kan tidak ada cuti, oleh karenanya harus bekerja mencari penumpang,"terang Raiman. (oke)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.