Riau Penyumbang Hotspot Terbanyak di Sumatera

Dibaca: 7079 kali  Senin, 13 Agustus 2018 | 10:22:18 WIB
Riau Penyumbang Hotspot Terbanyak di Sumatera
Ket Foto : ilustrasi internet
PEKANBARU  - riautribune : Titik panas (hotspot) masih terpantau di Sumatera, Senin (13/8/2018). Meski tidak sebanyak hari sebelumnya, namun hari ini masih ada 35 hotspot yang mengepung Sumatera.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru Sukisno mengatakan hotspot tersebar di 4 wilayah. "Riau menjadi salah satu penyumbang hotspot, bahkan menjadi yang terbanyak," ujar Sukisno.

Ia mengatakan 35 hotspot tersebar di Aceh 17 titik, Sumatera Utara 8 titik, Sumatera Barat 1 titik dan Riau 19 titik. "19 hotspot yang ada di Riau inipun hanya dari pantauan sebagian wilayah Riau saja, karena sebagian wilayah Riau lainnya Blank Area," cakapnya. 19 hotspot yeng berada di Riau tersebar di Rokan Hilir 8 titik, Bengkalis 6 titik, Rokan Hulu 1 titik dan Siak 4 titik.

"Dari jumlah tersebut, 12 titik diantaranya memiliki level confidence di atas 70 persen yang berarti di wilayah tersebut diduga kuat ada aktivitas kebakaran lahan dan hutan," ungkapnya.

"Adapun titik tersebut berada di Rohil     4 titik, Siak 4 titik dan Bengkalis 4 titik," imbuhnya. Untuk itu BMKG terus mengimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan. (ckp)
 
Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.