Timnas Indonesia U-23 Menang Besar Atas Chinese Taipei

Dibaca: 7219 kali  Senin, 13 Agustus 2018 | 09:30:23 WIB
Timnas Indonesia U-23 Menang Besar Atas Chinese Taipei
Ket Foto : tim Indonesia

PEKANBARU-riautribune:Timnas Indonesia U-23 menang empat gol tanpa balas atas Chinese Taipei pada laga pertama Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, tadi malam

Hasil ini membuat skuat Garuda Muda menempati urutan kedua Grup A dengan nilai tiga, tertinggal satu poin dari Palestina yang menghuni posisi teratas. Sementara itu, Chinese Taipei di peringkat keempat dengan satu angka.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Timnas Indonesia U-23 bermain menekan sejak bola digulirkan. Sejumlah peluang bagus didapat tim asuhan Luis Milla tersebut.

Pada menit kedelapan, Stefano Lilipaly memiliki kesempatan untuk membobol gawang Chinese Taipei. Akan tetapi, Lilipaly gagal menyambar umpan silang yang dilepaskan Febri Hariyadi dari sisi kiri.

Alberto Goncalves dan Lilipaly bergantian mengancam gawang timnas Chinese Taipei. Namun, peluang yang didapatkan Beto pada menit ke-15 dan 19, serta Lilipaly menit ke-16 masih belum membobol gawang sang lawan.

Chinese Taipei bukannya tanpa perlawanan. Serangan balik tim asuhan Pen Wushung itu beberapa kali merepotkan barisan belakang skuat Garuda Muda.

Pada menit ke-32, Chinese Taipei memperoleh peluang bagus. Beruntung, bola hasil sepakan dari dalam kotak penalti masih bisa dihalau pemain belakang skuat Garuda Muda.

Memasuki menit-menit akhir, Timnas U 23  terus melancarkan serangan ke pertahanan Chinese Taipei. Sayang, upaya mencetak gol tak membuahkan hasil, dan skor 0-0 bertahan hingga jeda.

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas