Dikunjungi Menristekdikti

Deni Sang Kandidat Rektor Jelaskan Penelitian Ikan Terubuk Sebuah Kearifan Lokal dari Riau

Dibaca: 17947 kali  Sabtu, 11 Agustus 2018 | 14:20:54 WIB
Deni Sang Kandidat Rektor Jelaskan Penelitian Ikan Terubuk Sebuah Kearifan Lokal dari Riau
Ket Foto : Dr Deni Berfoto di Stand usai berdikusi dengan Menristekdikti

PEKANBARU (): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir berkesempatan mengunjungi Stand pameran hasil penelitian Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau. Kungan Menristek langsung disambut oleh penelitia senior yang juga Sang Kandidat calon Rektor UR Dr.Deni Efizon, Jumat (10/9) di Kediaman Kantor Gubernur Riau.
  Dihadapan Menristekdikti, Deni menuturkan penelitian ini adalah upaya upaya pengelamatan ikan endemik jenis terubuk (Tenualosa macrura) diperairan Provinsi riau khususnya kabupaten Bengkalis. Ikan terubuk terpatri dengan jelas pada logo kabupaten negeri terubuk yang memiliki nilai nilai kearifan lokal.
  Pada kesempatan saat kunjungan di booth Ritech Expo Provinsi Riau Doktor fakultas Perikanan ini menjelakan kepada Gubernur Riau tentang kondisi yang menyebabkan punahnya ikan terubuk dalam lingkungan perairan yang telah tercemar saat ini. 
  Dalam perbicangannya dengan Gubernur Riau dan Menristekdikti, Deni merekomendasikan dari hasil penelitiannya antara lain hindari menangkap ikan terubuk jaring insang dengan ukuran 1-5 inci dan menjaga kualitas lingkungan perairan selat Bengkalis dan sungai Siak. 

  Menritek Dikti Muhammad Nasir  dihadapan sejumlah wartawan menuturkan, perlu disarankan kepada Dr Deni efizon untuk segera membuatkan rekomendasi penelitiannya ketingkat nasional sehingga hasil penelitian beliau untuk ditindaklajuti bersama oleh Kementerian dan Pemerintah Daerah.
 

 

                         


 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas