Uniknya HUT ke 61 Provinsi Riau

Dibaca: 15110 kali  Jumat, 10 Agustus 2018 | 08:47:40 WIB
Uniknya HUT ke 61 Provinsi Riau
Ket Foto :

PEKANBARU-riautribune: Ingin tahu bagaimana munculnya peristiwa-peristiwa unik seputar perayaan HUT Provinsi Riau ke 61, berikut rangkuman tim redaksi riautribune.com

Pertama, Dihadiri Mantan Presiden RI BJ Habibi

Di hari yang bahagia bagi Pemerintah daerah Provinsi Riau dan seluruh masyarakanya, adalah turut berkunjungnya mantan Presiden RI BJ Habibie ke tanah Melayu. Mantan Presiden ketiga ini, menyempatkan diri menyarungkan songket Melayu dan memberikan sambutan pada acara pertemuan seluruh akademisi Indonesia yang hadir di Pekanbaru.

 

Kedua, Belasan tokoh Pendiri Riau diberikan Penghargaaan

   DPRD Riau menyerahkan penghargaan berupa gelar pahlawan kepada 12 orang tokoh pendiri dan pejuang Riau di hari jadi Riau ke 61. Penyerahan penghargaan ini diberikan langsung secara simbolis oleh gubernur Riau dan pimpinan DPRD Riau kepada ahli waris dan keluarga dalam sidang paripurna DPRD Riau. Kamis 9 Agustus 2018.
    Adapun 12 Tokoh itu diantaranya H.M. Hamid Yahya (Pekanbaru), T. Syarifah Fadlun Tengku Maharatu (Siak), Tengku Ghazali (Kampar), Tengku Ilyas (Rokan Hulu), Datuk Zainal Abidin (Rokan Hilir), Tengku Muhammad (Indragiri Hulu), Letkol A. Muis (Kuantan Singngi), H. Bakar Oemar (Kepulauan Meranti), Tengku Masdulhak (Dumai), Drs. H. Baharuddin Yusuf (Indragiri Hilir), Kol Pol (P) Zalik Aris (Bengkalis) dan Tengku Nazir Alwy (Pelalawan).

Ketiga, Rapat Paripurna HUT Provinsi Riau Diinterupsi Mahasiswa Perihal Blok Kampar

     Rapat Paripurna DPRD Riau dalam rangka Peringatan hari Jadi ke-61 Riau Provinsi Riau diwarnai aksi interupsi dari perwakilan BEM Universitas Riau (Unri). Hal ini terlihat saat Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman baru saja menyampaikan kata laporannya dalam paripurna. Perwakilan BEM Unri pun langsung ajukan interupsi.

  "Interupsi pimpinan paripurna, kami dari BEM Riau ingin menyampaikan pesoalan Blok Rokan," kata salah seorang perwakilan BEM Unri,

 

Keempat, Gubri Terima Dua Paten dari Kemenkumham

 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Riau resmi menetapkan hak paten dua tagline yang dimiliki Pemerintah Provinsi Riau.  Dua tagline tersebut adalah Riau Tanah Tumpah Darah Melayu atau Riau The Homeland of Melayu.  Penyerahan dua hak paten tersebut dilakukan usai upacara peringatan hari jadi ke-61 Provinsi Riau yang digelar di halaman kantor Gubernur Riau Rabu (9/8).  Sertifikat merek untuk logo Riau Tanah Tumpah Darah melayu dan Riau Menyapa Dunia itu telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum & HAM RI dengan nomor IDM000625104 dan nomor IDM000625105.

Kelima, Pertama Kali Dua Pemimpin Riau Berpelukkan Usai Pilkada Juli Lalu

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama Gubernur Riau terpilih Syamsuar "bersua" dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Riau. Momen tersebut terjadi ketika Syamsuar dipersilahkan berphoto bersama pejabat dan Forkopimda yang hadir usai digelarnya upacara HUT Riau di halaman Kantor Gubernur Riau.   Pertemuan pertama antara Andi Rachman bersama Syamsuar pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar 27 Juni lalu itu, juga disaksikan Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof Dr Ing Burhanudin Jusuf Habibi 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas